Kamis, 21 September 2017
 

 
 

Wisata Budaya

Begini Cara Menuju Situs Bersejarah Rumah Betang Tumbang Gagu

 
 
Rumah betang Tumbang Gagu di Kotim menjadi nominasi dalam ajang penghargaan sebagai situs bersejarah populer.

Rumah betang Tumbang Gagu di Kotim menjadi nominasi dalam ajang penghargaan sebagai situs bersejarah populer.

Borneonews / Noor Annisa

BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kaya akan beragam wisata, baik wisata alam hingga budaya. Salah satu yang menarik untuk dituju yakni rumah betang Tumbang Gagu, yang menjadi nominasi pada ajang penghargaan pesona indonesia sebagai situs bersejarah terpopuler.

Namun, menuju ke sana membutuhkan waktu perjalanan yang cukup panjang. Mulai dari melewati jalur darat hingga menyusuri sungai kecil.

Menurut penuturan seorang pengunjung yang melakukan perjalanan ke sana, diperlukan waktu 10 hingga 12 jam jika dimulai dari Kota Sampit.

"Perjalanan dari Sampit menggunakan mobil menuju Kecamatan Antang Kalang berkisar antara 5 -6 jam. Dilanjutkan menggunakan kelotok menuju Desa Tumbang Gagu juga 5 - 6 jam," tutur warga yang pernah berkunjung ke sana, Suparno, Senin (8/8/2017).

Suparno menambahkan, jika sampai telalu sore maka tidak ada kelotok yang bisa ditumpangi, perjalanan bisa dilanjutkan esok hari. Dalam perjalanan menuju wisata rumah betang tersebut, menggunakan kelotok menyusuri delapan desa. Di antaranya Tumbang Kalang dan Luwuk Telawang. Kemudian melalui Sungai Kalang atau disebut juga riam, karena air yang deras dan banyak bebatuan.

Menurutnya, rumah betang Tumbang Gagu berada di pinggiran Sungai Kalang. Dan masih terjaga keasriannya walaupun dengan usia yang sangat lama. Uniknya, rumah itu dibangun tidak menggunakan paku, tapi hanya menggunakan pasak.

Informasi yang didapatnya, rumah terasebut dibangun sebagai tempat pertemuan adat, untuk berlindung dari serangan orang asing, alam serta binatang buas.

Rumah khas suku Dayak yang dibangun sejak ratusan tahu lalu itu, kini hanya ditinggali satu kepala keluarga. 

Menurut pria yang bekerja di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tersebut, rumah besar itu sendiri ukurannya relatif cukup besar, yakni panjang mencapai 47,62 meter dan lebar 15 meter. Rumah dilengkapi masing-masing 6 buah kamar dan dapur, ruang pertemuan, ruang keluarga dan kamar mandi.

"Di dalam rumah tersisa dua meriam kuno dengan panjang lebih dari satu meter. Terpisah, ada lumbung padi, sapundu, sandung dan tiang pantar," sebutnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, ada 20 anak tangga dengan ketinggian sekitar 7 meter untuk naik ke atas. Dari depan rumah menuju sungai juga terdapat selasar memanjang sekitar 50 meter. Bangunan tersebut menunjukkan wujud semangat kebersamaan. (NOOR ANNISA/B-11)

BERITA POPULER

Pembunuhan

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top