Kamis, 24 Agustus 2017
 

 
 

Pajak

KPP Pratama Pangkalan Bun Gelar Pajak Bertutur

 
 
Sebanyak 460 siswa yang tersebar di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, SMP Negeri 1 Arut Selatan, dan SD Negeri 3 Pasir Panjang, mengikuti kegiatan Pajak Bertutur yang diselenggarakan oleh KPP Pratama Pangkalan Bun, Jumat (11/8/2017).

Sebanyak 460 siswa yang tersebar di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, SMP Negeri 1 Arut Selatan, dan SD Negeri 3 Pasir Panjang, mengikuti kegiatan Pajak Bertutur yang diselenggarakan oleh KPP Pratama Pangkalan Bun, Jumat (11/8/2017).

KPP Pangkalan Bun

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 460 siswa yang tersebar di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, SMP Negeri 1 Arut Selatan, dan SD Negeri 3 Pasir Panjang, mengikuti kegiatan Pajak Bertutur yang diselenggarakan oleh KPP Pratama Pangkalan Bun, Jumat (11/8/2017). Acara ini berlangsung serentak pada pukul 09.00 di tiga sekolah tersebut.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala KPP Pratama Pangkalan Bun Artiek Purnawestri, di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun. Sedangkan di sekolah lain dibuka oleh perwakilan pegawai KPP lainnya.

“Tujuan dari kegiatan Pajak Bertutur ini untuk memberikan awareness atau kepedulian dari seluruh masyarakat, khususnya anak-anak, tentang pentingnya peranan pajak,” ujar Artiek.

Ia menjelaskan, pajak adalah tulang punggung negara. Kepedulian terhadap pajak harus diberikan sejak dini dengan harapan nantinya saat para sudah selesai sekolah, para siswa ini sudah menjadi wajib pajak,

“Mereka akan menjadi wajib pajak yang tertib, membayarkan pajak dengan benar dan akhirnya pajak itu akan bisa membantu pembangunan Indonesia,” tutur Kepala KPP Pratama Pangkalan Bun itu.

Dalam acara Pajak Bertutur ini para siswa diajak mengenal pajak, tugas pegawai pajak, dan lokasi kantor pajak.

Dengan target peserta yang masih usia kanak-kanak, pelaksanaan Pajak Bertutur di SDN 3 Pasir Panjang berlangsung dengan bermain peran mengenai saling berbagi dan bermain Lego sebagai simulasi pembayaran pajak. Tidak semata-mata bermain, namun juga ada pemahaman pajak yang disampaikan secara sederhana.

Sedangkan di tingkat SMP, penyampaian ilmu pajak dilakukan dengan menganalogikan lingkungan di sekitar mereka dengan menganggap Indonesia sebagai rumah yang harus dijaga. Serta pemberian gelar Duta Pajak kepada para siswa yang aktif sehingga menambah semangat untuk memiliki kesadaran pajak demi pembangunan negara kelak.

Sementara para siswa SMA mendapatkan penyampaian yang membuat mereka berpikir lebih jauh mengenai kondisi ekonomi nasional yang mau tidak mau akan mereka hadapi setelah lulus dari jenjang pendidikan formal. Mereka mendapat penjelasan mengenai Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN) dan tantangan keuangan negara yang kini masih menjadi permasalahan di Indonesia.

Dengan penyampaian materi yang dikemas secara ringan dan asyik, membuat siswa lebih merasa santai mengikuti acara. Pengenalan pajak tidak dengan bahasa undang-undang, namun juga melalui penerapan sikap saling berbagi dan gotong royong yang bisa ditemui di kehidupan sehari-hari.

Pajak Bertutur ini adalah kegiatan awal dari suatu grand design mengenai edukasi sadar pajak sejak dini. Kemudian berlanjut dengan kegiatan inklusi kesadaran pajak di dunia pendidikan melalui kurikulum dan pembelajaran sejak SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

Kegiatan Pajak Bertutur ini bertujuan agar masyarakat menjadi sadar tentang pentingnya pajak dimulai dari anak-anak kemudian sampai setelah dewasa.

Para wajib pajak adalah pahlawan sejati bagi pembangunan menuju kemandirian bangsa. Menyongsong Indonesia Emas tahun 2045, saat ini para pelajar yang duduk di bangku sekolah belajar berbagi, esok nanti mereka menjadi pahlawan sejati.

Pajak Bertutur berlangsung serentak pada hari dan jam yang sama di seluruh Indonesia, yakni pada Jumat, 11 Agustus 2017, pukul 09.00. Kegiatan bersejarah ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Direktorat Jenderal Pajak, Kemendikbud dan Kemenristekdikti tentang Edukasi Sadar Pajak.

Acara ini juga menjadi catatan Museum Rekor Indonesia (MURI) karena berlangsung serentak di seluruh Indonesia oleh jajaran eselon Direktorat Jenderal Pajak dengan melibatkan 120.000 siswa/mahasiswa dari sekitar 2000-an sekolah. Selain itu hastag #PajakBertutur sempat jadi trending topic di Twitter.  (Adv)

BERITA POPULER

Pembakaran Sekolah

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top