Selasa, 24 Oktober 2017
 

 
 

Sepakbola

Pelatih Persewangi Akui Marah dengan Anak Didiknya akibat Kejar Wasit

 
 
Pelatih Persewangi Banyuwangi, Bagong Iswahyudi menghadang anak didiknya ketika mengejar wasit dalam laga melawan Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Sabtu (12/8/2017).

Pelatih Persewangi Banyuwangi, Bagong Iswahyudi menghadang anak didiknya ketika mengejar wasit dalam laga melawan Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Sabtu (12/8/2017).

Borneonews / Budi Yulianto

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelatih Persewangi Banyuwangi, Bagong Iswahyudi terlihat marah dengan anak didiknya gara-gara mengejar wasit dalam laga melawan Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Sabtu (12/8/2017).

Bagong bahkan sempat masuk ke lapangan untuk meredamkan anak didiknya itu. Peristiwa tersebut terjadi di penghujung babak pertama. Bentuk protes dari pemain Persewangi Banyuwangi itu pada akhirnya membuat suasana laga menjadi tegang.

Namun beruntung, tidak ada tindakan yang lebih selain sebatas protes dan mengejar wasit. "Tadi saya sempat marah (dengan anak didiknya) kenapa ngejar wasit. Keputusan apapun, saya kira wasit tidak bisa disalahkan. Kalau mau menang, nggak usah hiraukan wasit. Jalan terus saja. Karena kalau protes, waktu habis di situ sudah beberapa menit," aku Bagong.

Pada babak pertama, laga antara Kalteng Putra dan Persewangi memang berlangsung keras. Pemain Persewangi sering kali protes ke wasit hingga mengejar. Kala itu, skor kaca mata bertahan hingga turun minum.

Kemudian di babak kedua, terlihat bentuk permainan yang keras dari Persewangi sudah mengendor. Aksi-aksi protes seperti yang terjadi di babak pertama mulai berkurang. Namun, pemain Persewangi terlihat sering menjatuhkan diri hingga terlihat seperti kesakitan.

Menanggapi banyaknya anak didik yang acap menjatuhkan diri dan terlihat seperti kesakitan, Bagong menduga itu bagian dari trik pemainnya. "Mungkin bisa bagian dari trik. Tapi itu bukan instruksi dari saya. Karena kalau trik, mereka rugi. Jadi menurut saya itu trik pemain individu," bebernya.

Perbedaan kerasnya permainan babak pertama dan kedua juga ditanggapi Bagong. "Sebenarnya di babak kedua, instruksi saya tidak kendor. Justru harus cepat menyerang untuk mengejar poin. Saya sebagai pelatih selalu menginstruksikan untuk bermain fairplay. Keras boleh, tapi jangan mencederai, jangan memukul. Itu prinsip saya," tegasnya.

Kebuntuan dalam laga itu baru terpecahkan di menit ke 86. Kapten Tim Kalteng Putra, Yus Arfandy Djafar berhasil menjebol gawang lawan lewat sundulan kepala setelah menyambar umpan dari tendengan bebas.

Pascaterjadi gol, trik-trik menjatuhkan diri dari pemain Persewangi mulai berkurang. Di tiga menit tersisa, pemain belakang Kalteng Putra dilanggar hingga tergeletak di lapangan.

Melihat tergeletak, pemain Persewangi seakan kurang senang. Wasit kemudian meminta tim medis datang. Pemain Kalteng Putra itu kemudian berjalan keluar lapangan.

Pada saat itu, salah seorang pemain Persewangi turut mengantar agar cepat keluar. Namun tiba-tiba mendekati garis lapangan, pemain Persewangi itu mendorong. Akibatnya suasana menjadi tegang.

Aparat kepolisian yang berjaga-jaga langsung meredamkan suasana itu. Selanjutnya laga kembali berjalan dan tak lama kemudian wasit meniup peluit panjang sebagai tanda laga usai dengan skor 1-0 untuk Kalteng Putra. (BUDI YULIANTO/B-2)

BERITA POPULER

Pembunuhan

Pembunuhan

Bunuh Diri

Pilkades Serentak 2017

Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Penganiayaan

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top