Senin, 25 September 2017
 

 
Lamandau
 

Prakiraan Cuaca

Kemarau Basah Diprediksi Berlanjut Tahun Ini, Masyarakat Diminta Waspada

 
 
Warga Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau, terjebak banjir akibat meluapnya air sungai pascahujan lebat, belum lama ini.

Warga Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau, terjebak banjir akibat meluapnya air sungai pascahujan lebat, belum lama ini.

Borneonews / Hendi Nurfalah

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sejumlah daerah di Kabupaten Lamandau diprediksi kembali mengalami siklus kemarau basah pada tahun ini. Artinya, kemarau basah yang terjadi pada 2016 lalu dimungkinkan masih berlanjut hingga tahun ini.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Lamandau Sugiyarto kepada Borneonews, Minggu (3/9/2017).

"Dari berbagai laporan, informasi, dan prediksi pihak terkait termasuk BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) yang kita terima, memang seperti itu. Artinya tahun ini siklus kemarau basah untuk beberapa daerah di Kalteng termasuk Lamandau diprediksi masih akan berlanjut," katanya.

Siklus kemarau basah secara kasat mata dapat dilihat dan bahkan dirasakan saat ini. Di mana,  periode April-Oktober yang biasanya masuk musim kemarau atau kering, namun realitanya masih sering terjadi hujan. Bahkan intensitas hujan yang turun cukup tinggi.

"Karakter dari kemarau basah inipun dapat dilihat dari siklus yang berubah-ubah dengan cepat. Misalnya saat ini cuaca tengah panas, namun dengan seketika bisa saja berubah menjadi hujan, dan bahkan antara panas dan hujan itupun bergantian dengan cepatnya," sambung dia.

Secara ilmiah, kata Wabup, kemarau basah disebabkan banyak hal. Di antaranya, suhu perairan di sejumlah daerah yang hangat. Sehingga menghasilkan uap air yang cepat.

"Termasuk juga musim kemarau basah inipun bisa juga disebabkan bahwa di wilayah tersebut termasuk daerah kita (Lamandau) terdapat daerah pusaran angin dan daerah bertekanan rendah. Sehingga sangat mendukung cepatnya pertumbuhan awan-awan hujan," bebernya.

Wakil Bupati berharap, masyarakat tetap waspada, terutamanya yang beraktivitas di luar rumah dengan jarak yang jauh.

"Karena kemarau basah karakternya perubahan cuaca dengan cepat, dari panas ke hujan atau sebaliknya. Tentu masyarakat diimbau agar senantiasa waspada. Waspada terjebak hujan dengan intensitas tinggi yang memungkinkan sekali turun tiba-tiba, termasuk waspada dari potensi lain seperti halnya angin kencang dan sebagainya," imbau dia. (HENDI NURFALAH/B-3)

BERITA POPULER

Kecelakaan Lalu Lintas

Pembunuhan

Kunjungan Kerja

Kasus Pembunuhan

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Pilkada Gunung Mas 2018

Korban Tenggelam

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top