Selasa, 21 November 2017
 

 
 

Pembakaran Sekolah

Ruang Kerja Yansen Binti di DPRD dan KONI Kalteng Diperiksa Polisi

 
 
Anggota Polda Kalteng dan Mabes Polri meninggalkan kantor DPRD Kalteng seusai memeriksa ruang kerja Yansen Binti, Senin (4/9/2017) malam.\r\n

Anggota Polda Kalteng dan Mabes Polri meninggalkan kantor DPRD Kalteng seusai memeriksa ruang kerja Yansen Binti, Senin (4/9/2017) malam.\r\n

Borneonews / Budi Yulianto

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ruang kerja Yansen Binti di Komisi B, DPRD Provinsi Kalteng disambangi sejumlah aparat Polda Kalteng. Kedatangan petugas pada pukul 17.00 WIB, Senin (4/9/2017) itu juga melibatkan anggota dari Mabes Polri.

"Kaya model penggeledahan, terutama di ruang meja kerja Pak Yansen (Binti)," kata Sekretaris DPRD Kalteng, Tantan, kepada sejumlah wartawan.

Ia menuturkan, petugas datang sekitar pukul 17.00 dan selesai sekitar 30 menit kemudian. "Sebelum diperiksa ada menunjukan surat tugas dari Mabes (Polri)," ungkapnya.

"Dalam surat tugas ada 14 orang. Tapi yang masuk sekitar 8 orang," imbuhnya.

Mengenai apa yang diperiksa, Tantan menyebut kaitannya sebagai saksi atas kasus pembakaran sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Palangka Raya.

"Terkait kasus yang dihadapi itu. Dalam surat penggeledahan, berkaitan si Nora (tersangka yang sudah dibawa ke Mabes Polri). Saksi Pak Yansen," tuturnya sembari mengatakan tidak ada barang yang dibawa dari ruang kerja Yansen Binti.

Di sisi lain, petugas juga memeriksa tempat kerja Yansen Binti di KONI Kalteng. Pemeriksaan di tempat kerja Yansen Binti ini dibenarkan Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Pambudi Rahayu.
"Betul ada," ucap Pambudi pukul 20.30.

Sementara itu, pengambil keterangan terhadap Yansen sejak pagi hingga berita ini diturunkan pukul 20.45 WIB, masih berlangsung. Para wartawan baik online, cetak maupun elektronik masih menunggu di depan kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalteng. (TIM BORNEONEWS/B-3)

BERITA POPULER

Korban Tenggelam

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top