Kamis, 23 November 2017
 

 
 

Pernikahan Dini

Anggota DPRD Barsel Ini Harapkan Dampak Negatif Pernikahan Dini

 
 
Anggota DPRD Barsel, James Janjam

Anggota DPRD Barsel, James Janjam

Borneonews / Uriutu

BORNEONEWS, Buntok – Anggota DPRD Barito Selatan, James Janjam mengharapkan pemerintah melalui instansi terkait agar mensosialisasikan dampak negatif pernikahan dini.

“Karena dampak negatif dari pernikahan dini itu yakni berujung pada penceraian karena belum siapnya psikis maupun mental bahkan rentan berakibat kematian karena kehamilan belum berusia muda,” kata James kepada Borneonews, Selasa (5/9/2017).

Oleh sebab itu pihaknya meminta kepada dinas terkait untuk gencar sosialisasi di tiap sekolah terkait dampak negatif dari pernikahan dini. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya pernikahan dini dimaksud.

Dia menjelaskan, dampak psikologis bagi yang menikah usia muda atau di bawah 20 tahun yakni secara mental belum siap menghadapi perubahan pada saat kehamilan. Serta juga, dari sisi sosialnya meningkatnya kasus perceraian.

Tidak hanya itu saja, untuk mengatasi segala persoalan kedua pasangan sangat minimnya pengetahuan dan kedua pasangan belum siap ntuk bermasyarakat.

“Kita sangat menyayangkan apabila para anak muda lebih memilih berumah tanggal terlalu cepat. Karena bisa menimbulkan dampak negatif,” ucapnya.

Dia menambahkan idealnya untuk perempuan menikah diatas umur 24 tahun, sedangkan untuk pria minimal 25 tahun. (URIUTU DJAPER/B-6)

BERITA POPULER

Kecelakaan maut

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top