Selasa, 21 November 2017
 

 
Kotawaringin Timur
 

Tenaga Kesehatan

Masyarakat Lokal Harus Diutamakan untuk Menempuh Pendidikan di Akper Kotim

 
 
Pembahasan RAPBD Perubahan 2017 di DPRD Kotim.

Pembahasan RAPBD Perubahan 2017 di DPRD Kotim.

Borneonews / Naco

BORNEONEWS, Sampit - Akademi Keperawatan (Akper) Pemkab Kotawaringin Timur diminta untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada warga lokal yang ingin menempuh pendidikan di sana.

Anggota DPRD Kotim, Sarjono menyebutkan masyarakat lokal memegang harapan untuk melaksanakan tugasnya di daerah sendiri sebagai tenaga medis. Apalagi, selama kurun lima tahun terakhir ini pemerataan tenaga medis jadi persoalan.

"Diharapkan dengan pemberdayaan pemuda setempat mampu mengatasi masalah yang sudah lama menjadi keluhan," kata Sarjono, Rabu (6/9/2017).

Sarjono ingin anak-anak dari daerah agar diprioritaskan untuk bisa masuk di Akper. Sehingga ketika mereka lulus nanti mereka bisa dikembalikan ke daerah asalnya untuk mengabdi

Selama ini, persoalan tidak meratanya tenaga medis di pelosok karena tidak betahnya petugas sudah lama terjadi. Kultur antara petugas dan desa yang dijadikan penempatan jauh berbeda.

"Ini harusnya jadi evaluasi dari pemerintah daerah. Seperti orang dari Samuda ditempatkan di Antang Kalang tentunya akan tidak betah dan akan tidak optimal dalam pelayanan publik di masyarakat,” tegasnya.

Petugas medis di pelosok adalah kebutuhan nyata. Dengan adanya rencana skala prioritas Bupati Kotim untuk penganggaran sektor pendidikan dan kesehatan tentunya sangat disambut positif. "Bagaimana pun kebutuhan kepada dua sektor itu adalah menyentuh ke semua kalangan," pungkasnya.

Sementara itu Direktur Akper Umar Kaderi mendukung keinginan Sarjono itu, bahkan hal semacam itu sudah lama mereka lakukan."Pasti kita utamakan, asalkan mohon maaf jangan sampai positif menggunkan narkoba atau sedang hamil, itu pernah terjadi dan pasti tidak kita terima," pungkasnya. (NACO/B-11)

BERITA POPULER

Tewas Tenggelam

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top