Selasa, 21 November 2017
 

 
 

Kesehatan Balita

Kabupaten Pulang Pisau Darurat Stunting

 
 
Orientasi Jurnalis Kampanye Gizi Nasional dan Sanitasi di Palangka Raya, Kamis (7/9/2017)

Orientasi Jurnalis Kampanye Gizi Nasional dan Sanitasi di Palangka Raya, Kamis (7/9/2017)

Borneonews / James Donny



BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kabupaten Pulang Pisau menjadi salah satu Kabupaten yang mengalami darurat stunting. Yakni, kondisi dimana tinggi badan Balita itu lebih pendek dari yang seharusnya bisa dicapai pada umur tertentu.

Hal itu terungkap berdasarkan pemaparan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dalam kegiatan orientasi jurnalis kampanye gizi nasional dan sanitasi yang digelar IMA World Health di Palangka Raya, Kamis (7/9/2017). Angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau mencapai hingga 47%.

Menurut Iwan Hasan dari IMA World Health kondisi tersebut sudah masuk sebagai darurat stunting . Sementara hasil Riset Kesehatan Dasar mencatat angka kejadian stunting nasional mencapai 37,2%.

Iwan menjelaskan penyebab stunting disebabkan karena kekurangan gizi pada Balita dan ini sangat berpengaruh terhadap intelegensi anak.
Kendati demikian hal tersebut kata Iwan masih dapat dicegah dengan memastikan kesehatan dan kecukupan gizi anak dan ibu hamil, dan kondisi kebersihan lingkungan.

Pencegahan tersebut menurutnya tidak lepas juga dari perilaku dan pola hidup masyarakat untuk memperhatikan kebersihan lingkungan.
Hal tersebut juga kata Iwan harus didukung oleh setiap elemen masyarakat, termasuk jurnalis yang dapat memberikan edukasi melalui berita kepada masyarakat terhadap masalah stunting yang mengancam anak bangsa. (JAMES DONNY)


BERITA POPULER

Korban Tenggelam

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top