Sabtu, 16 Desember 2017
 

 
Kotawaringin Timur
 

Perubahan Anggaran

Anggota Dewan Ini Sesalkan tak Ada Penjelasan Sebelum Tentukan Opsi Hingga Dana Multiyears Di-silpa-kan

 
 

Borneonews / Naco

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur tetap ngotot sebelum rapat pembahasan kompilasi APBD Perubahan 2017 ditutup agar pimpinan rapat Jhon Krisli mengevaluasi pemilihan opsi menolak pergeseran anggaran multiyears. Namun hal tersebut sudah tidak bisa lagi karena sudah dilakukan voting.

Karena menurut Rudianur, dengan memilih dana itu di-silpa-kan berdampak besar terhadap kegiatan yang sudah dibahas selama sepekan beberapa waktu lalu antara Komisi DPRD dengan mitra kerja mereka. "Kalau seperti ini tidak ada gunanya kita membahas kalau ternyata seperti ini tidak ada anggaran," kata Rudianur, Rabu (13/9/2017) malam.

Karena dengan sepakatnya dana multiyears Rp40 miliar dijadikan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) secara otomatis dana Rp10 miliar yang rencananya dibagi ke SOPD melalui komisi di DPRD secara otomatis tidak bisa terakomodir juga.

"Harusnya tadi pimpinan beri penjelasan dulu, opsi A dan B itu jika dipilih seperti apa dampaknya, buka ruang hati teman-teman, jangan diminta langsung memilih," tegasnya.

Dalam rapat pembahasan itu, ada dua pilihan, di mana dalam opsi A itu disebutkan anggaran multiyears di-silpa-kan dan kegiatan komisi tidak bisa diakomodir, sementara opsi B mengakomodir kegiatan komisi dan sisa multiyear digunakan dan diaturkan oleh pemerintah daerah.

Namun, dari 21 anggota Badan Anggaran sepakat 11 orang memilih opsi A, sehingga dana multiyears Rp40 miliar semuanya di-silpa-kan. Hingga sempat membuat protes dari anggota Banggar yang lain termasuk Rudianur. (NACO/B-5)

BERITA POPULER

Meninggal Dunia

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top