Selasa, 21 November 2017
 

 
Kotawaringin Timur
 

Pengelolaan Anggaran

Ini Dampak Besar Dana Multiyears Dijadikan Silpa

 
 
Rapat kompilasi APBD Perubahan di DPRD Kotim

Rapat kompilasi APBD Perubahan di DPRD Kotim

Borneonews / Naco

BORNEONEWS, Sampit - Dana proyek multiyears jalan seberang penghubung tiga kecamatan sebesar Rp40 miliar dijadikan sisa anggaran kegiatan (silpa). Padahal, ada dampak besar yang diperkirakan bakal terjadi jika dana tersebut masuk silpa.

"Besar dampaknya yang akan terjadi, banyak kegiatan yang sudah diusulkan bakal tidak telaksana," kata Ketua DPRD Kotim, Jhon Krisli seusai memimpin rapat kompilasi APBD Perubahan di DPRD Kotim, Rabu (13/9/2017) malam.

Ia memperkirakan, dampaknya bakal berpengaruh terhadap:

1. Tidak terakomodirnya kenaikan insentif lembur petugas Damkar
2. Tidak terakomodirnya kenaikan insentif petugas Disdukcapil
3. Tunjangan transportasi dan perumahan dewan terancam tidak terakomodir.
4. Perjalanan dinas dewan ditiadakan.
5. Tertundanya penertiban PSK

6. Serapan anggaran Kotim terancam tak tercapai.
7. Biaya pengelolaan sampah terancam tak terakomodasi yang dikhawatirkan berdampak terhadap perolehan adipura.
8. Penambahan dana Kotim sebagai tuan rumah Hari Pangan Sedunia se-Indonesia terancam tidak ada.
9. Paskibraka terancam tidak bisa berangkat wisata ke Bali.
10. Dana untuk radikalisme hingga kegiatan lain yang rencananya diakomodasi melalui pergeseran dana multiyeras tersebut tidak bisa terlaksana.

"Padahal saat kita skors rapat ini sudah kita jelaskan semuanya, namun mereka banyak yang memilih tetap dijadikan silpa, ya ini pilihan dewan sendiri," tegas Jhon.

Menurut Jhon, mereka sudah berupaya untuk mengakomodasi kepentingan masyarakat agar dana multiyeras itu bisa dimanfaatkan. "Salah satunya capai target serapan anggaran kita," tandasnya.

Namun dari 21 anggota Banggar, 11 orang secara voting memilih anggaran multiyeras Rp40 miliar dijadikan sebagai silpa. (NACO/B-2)

BERITA POPULER

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top