Rabu, 20 September 2017
 

 
 

Kecelakaan Lalu Lintas

Brakkkk..Beat VS Supra, Dua Pengendara Alami Luka

 
 
Plangson terbuka di Jalan A. Yani beberapa waktu lalu sempat di tutup oleh Dishub Kabupaten Kobar namun warga tidak mematuhi dan warga yang nekat memotong tali-tali yang terpasang agar dapat melintas

Plangson terbuka di Jalan A. Yani beberapa waktu lalu sempat di tutup oleh Dishub Kabupaten Kobar namun warga tidak mematuhi dan warga yang nekat memotong tali-tali yang terpasang agar dapat melintas

Borneonews / Koko Sulistyo


BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tikungan maut Jalan GM. Arsyad samping Masjid Al Hikmah, Kelurahan Baru menuju Jalan Ahmad Yani, Pangkalan Bun kembali memakan korban.

Kali ini kendaraan roda dua jenis Supra X dan Beat adu kuat di keramaian lalu lintas sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (14/9/2017).

Akibatnya, pengendara Supra X, Nurjanah (36) yang berboncengan dengan Musyrifah (20) mengalami luka berat pada bagian pelipis dan bibir robek. Sementara pengendara motor Beat yang belum diketahui identitasnya itu mengalami luka ringan.

Menurut Nurjanah, saat itu ia yang berboncengan dengan adiknya Musyrifah bermaksud pulang menuju arah Pelingkau namun sesampai di depan Masjid Al Hikmah tiba-tiba dari arah dalam jalan GM.

Arsyad muncul kendaraan Beat hingga tabrakan tak dapat dihindarkan. "Bagaimana mau menghindar jarak sudah terlalu dekat, ibu itu belok langsung ke tengah jalan," kata Nurjanah sambil menahan luka di bagian bibirnya.

Melihat kondisi Nurjanah dan Musyrifah yang mengkhawatirkan pihak keluarga yang datang segera membawa keduanya ke rumah sakit.

Musyrifah mendapat jahitan pada pelipis mata bagian atas dan bawah sementara sang kaka Nurjanah pelipis mata bagian kiri dan bibirnya mendapat jahitan.

Untuk diketahui bahwa kawasan Jalan A. Yani tepatnya di depan Masjid Al Hikmah kerap terjadi kecelakaan lalu lintas diduga semrawutnya jalur terbuka plangson untuk pengendara berputar arah dan minimnya rambu lalu lintas dibelokan Jalan GM Arsyad menuju A Yani menjadi penyebab laka yang terjadi.

Dinas perhubungan beberapa waktu lalu sudah berupaya menutup jalur terbuka plangson tersebut namun pengendara yang nekat tetap menerobos dan memotong tali-tali yang dipasang.

Arief, warga Kelurahan Baru meminta agar plangson terbuka tersebut ditutup secara permanen agar tidak ada pengendara yang melawan jalur untuk memutar arah.

Dia menjelaskan bahwa sesuai aturan, arah putar balik kendara itu jaraknya 125 meter dari jarak lampu pengatur lalu lintas.

Sementara itu plangson terbuka untuk arah putar balik kendaraan saat ini yang ada jaraknya lebih dari 500 meter dari lampu merah simpang Hastarini. "Harus ditutup permanen tidak ada jalan lain," tegasnya. ( KOKO SULISTYO/B-6)

BERITA POPULER

Pembunuhan

Pembunuhan

Pembunuhan

Sea Games 2017

Penerimaan Siswa Baru

Pelanggaran Disiplin

Narkoba

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top