Senin, 18 Desember 2017
 

 
 

Ketahanan Nasional

Peserta SSDN PPSA XXI Lemhanas RI Rumuskan Strategi Ketahanan Nasional melalui Kunjungan ke BGA Group

 
 
Ketua Rombongan SSDN PPSA XXI Lemhanas RI, Mayjen TNI Achmad Yuliarto (kanan), bersama Direktur Sustainability and Compliance BGA Group, Hadi Fauzan.

Ketua Rombongan SSDN PPSA XXI Lemhanas RI, Mayjen TNI Achmad Yuliarto (kanan), bersama Direktur Sustainability and Compliance BGA Group, Hadi Fauzan.

Borneonews / Noor Annisa

BORNEONEWS, Sampit - Perusahaan perkebunan kelapa sawit BGA Group di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur dipilih menjadi tujuan peserta Studi Strategis Dalam Negeri - Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI. Dalam rangka menyerap informasi dan merumuskan strategi ketahanan nasional.

Rombongan yang dipimpin Mayjen TNI Achmad Yuliarto itu disambut langsung Direktur Sustainability & Compliance BGA Group, Hadi Fauzan. Kunjungan Lemhanas ini untuk mengetahui perkembangan dan tantangan industri kelapa sawit, untuk lingkup nasional dan internasional, ditinjau dari sudut pandang ketahanan nasional.

Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI Achmad Yuliarto, menyampaikan kunjungan ke industri sawit bermanfaat bagi peserta, dalam menyusun strategi ketahanan nasional sebagai bagian tugas peserta.

Sudut pandang yang dikaji oleh peserta kegiatan SSDN ini terdiri dari ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Untuk menajamkan kajian, diperlukan data-data dari sejumlah instansi serta diharapkan mengunjungi objek strategis.

Sehingga, peserta berharap difasilitasi untuk mengumpulkan data informasi dari sejumlah dinas, badan dan kunjungan objek vital nasional di Kalteng.

"Peserta diharapkan mengunjungi objek strategis, mengumpulkan data lalu mengkaji secara mendalam sebagai bahan paparan dalam seminar di Lemhanas. Peserta juga harus dapat memberi kontribusi positif dan kontribusi terbaik bagi daerah," ujar Achmad Yuliarto.

Pada kunjungan ini, peserta PPSA mengikuti pemaparan tentang Perkembangan dan Tantangan Industri Sawit yang disampaikan oleh Hadi Fauzan.

Dalam kesempatan diskusi, salah seorang peserta yakni Gumilar Rusliwa Somantri, mantan Rektor Universitas Indonesia mengapresiasi pelaku industri sawit yang ikut berperan untuk mengisi pembangunan, yang bermuara kepada mewujudkan ketahanan nasional.

Dalam sesi diskusi juga mengemuka, industri sawit dinilai strategis oleh pemerintah karena memiliki potensi sumber peningkatan devisa negara serta membantu percepatan pembangunan di daerah pelosok. Industri ini mampu menyerap banyak tenaga kerja serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. (NOOR ANNISA/B-11)

BERITA POPULER

Pencurian

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Lalu Lintas

Kebakaran

Perampokan

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top