Jumat, 24 November 2017
 

 
 

integrasi sawit-sapi

Integrasi Sawit-Sapi Hendaknya Libatkan Peternak Lokal

 
 
Anggota DPR RI asal Kalimantan Tengah H Hamdhani

Anggota DPR RI asal Kalimantan Tengah H Hamdhani

DOK BORNEONEWS


BORNEONEWS, Jakarta - Perusahaan perkebunan sawit hendaknya mengembangkan sistem kemitraan dalam menerapkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 105/Permentan/Pd.300/8/2014 tentang Integrasi Usaha Perkebunan Kelapa Sawit Dengan Usaha Budi Daya Sapi Potong. Sistem kemitraan ini terutama dalam program penggemukan sapi.

Anggota DPR RI asal Kalimantan Tengah H Hamdhani meminta program penggemukan sapi yang dilakukan oleh perkebunan sawit besar yang menerapkan integrasi sawit-sapi juga melibatkan peternak lokal. "Jadi tidak semua sapi yang dimiliki oleh perusahaan perkebunan sawit besar menjalani program penggemukan di kebun sendiri. Ada porsi tertentu yang disalurkan melalui sistem kemitraan," kata Hamdhani.

Lebih lanjut Hamdhani mengatakan, melalui sistem kemitraan ini masyarakat peternak lokal bisa mendapatkan manfaat lain dari Permentan No 105/2014. Dengan melibatkan para peternak lokal, maka dampak positifnya akan membantu para peternak. Tidak hanya dalam hal memenuhi kebutuhan daging saja, namun manfaat lain dari keberadaan sapi, yakni mampu menghasilkan pupuk kandang yang harganya jauh lebih terjangkau dari pupuk jenis lain.

Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pertanian maupun Kementerian Kehutanan sudah memiliki program untuk bantuan sapi agar dikembangkan melalui para peternak sapi lokal. Ini dalam rangka mencapai ketahanan pangan hingga mewujudkan swasembada peternakan.

"Jadi tidak hanya pemerintah saja yang memberikan bantuan sapi kepada peternak lokal, namun juga pihak swasta yang mengembangkan integrasi sawit-sapi juga bisa mengembangkan sistem kemitraan ini, terutama kepada warga yang memiliki kebun sawit sendiri," jelas politisi dari Partai Nasional Demokrat itu. (KOKO SULISTYO/B-2)

BERITA POPULER

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top