Jumat, 24 November 2017
 

 
 

Pembunuhan

Selama Pelarian, Tersangka Merasa Dihantui Perempuan Idaman yang Dibunuhnya

 
 
Supian didampingi Kabag Ops Polres Palangka Raya, Kompol Purwanto memberikan keterangannya.

Supian didampingi Kabag Ops Polres Palangka Raya, Kompol Purwanto memberikan keterangannya.

Borneonews / Budi Yulianto

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perasaan gelisah, tidak tenang hingga merasa dihantui menyelimuti Supian Suri alias Usuf usai menghabisi nyawa perempuan idamannya. Korban ditemukan tewas tanpa busana dan mebusuk di Jalan Mahir Mahar Lingkar Luar, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Rabu (25/10/2017) lalu.

"Takut kalau malam sendiri. Seperti ada yang mengikuti. Rasanya tidak tenang semuanya," kata Supian, Selasa (14/11/2017).

Dia menuturkan, hal itu terjadi saat pelariannya dan berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. "Waktu itu dari Banjarmasin, ke Asam-asam, lalu ke Sungai Danau kemudian ke Batu Licin," ungkapnya.

Mengenai perhiasan korban yang diambil, Supian menyebutkan semuanya sudah dijual seharga Rp 4 juta. Namun, hasil penjualan hanya untuk keperluan sehari-hari selama pelarian.

"Perasaan untuk menyerahkan diri waktu itu memang ada. Tapi saya bingung, takut dan panik. Perasaan tidak enak semua. Memang saya tidak pernah melihat wujudnya. Tapi saya merasa ada yang mengikuti. Setelah di sini (ditahan di polres) perasaan saya tenang. Sangat plong rasanya. Saya menyesal dan ikhlas menjalani (hukuman) ini semua," kata dia.

Supian ditangkap tim gabungan di Kalimantan Selatan pada Selasa (7/11/2017) sekitar pukul 17.00 WIB. Dari pengakuannya, peristiwa pembunuhan dilakukan sekitar delapan hari sebelum korban ditemukan tewas. (BUDI YULIANTO/B-11)

BERITA POPULER

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top