Minggu, 17 Desember 2017
 

 
 

Saham Sawit

Analis: Saham Sawit Sumbermas Sarana Layak Dikoleksi

 
 

Borneonews

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) berharap bisa kembali masuk ke pasar obligasi global pada kuartal I-2018.

Hal itu seiring rencana penerbitan obligasi global berdenominasi dolar AS perseroan senilai US$300 juta, yang sempat tertunda belum lama ini.

"Sampai akhir tahun ini, kinerja keuangan SSMS akan naik dan diprediksi akan mampu membukukan penjualan sebesar Rp2,96 triliun atau naik 8% tahun ini dengan kenaikan laba bersih sebesar 6% menjadi Rp633 miliar," kata analis Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji, dalam risetnya pekan ini.

Kenaikan kinerja tersebut, menurut Nafan, ditopang meningkatnya produksi. SSMS akan mengakuisisi perkebunan yang ada di sekitar areal perkebunan dan pabrik.

"Akuisisi tersebut untuk menjaga kualitas pengelolaan CPO dan efisiensi biaya transportasi. Apalagi SSMS menargetkan area tanam naik menjadi 150.000 ha pada 2018, dari 70.125 ha di akhir tahun lalu," papar dia.

SSMS sudah menjalankan strategi akuisisi perkebunan kelapa sawit sejak 2015. Lokasi perkebunan yang berdekatan satu sama lain serta berdekatan dengan lokasi pabrik pengolahan, membuat pengangkutan lebih efisien.

Perusahaan sawit ini juga berencana meningkatkan kapasitas pabrik sampai 600 ton per jam. Adapun produksi CPO SSMS pada 2017 dan 2018 masing-masing diprediksikan akan tumbuh 18,2% dan 21,7% menjadi 384.000 ton dan 447.200 ton.

Sedangkan volume penjualan CPO masing-masing diperkirakan naik 3,7% dan 21,7% menjadi 303.400 ton pada 2017 dan 411.400 ton pada tahun depan.

"Rekomendasi buy SSMS dengan target harga secara bertahap pada level 1.530, 1.630, dan 1.795," ujar Nafan. (NEDELYA RAMADHANI/m)

BERITA POPULER

Meninggal Dunia

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top