Minggu, 17 Desember 2017
 

 
Kotawaringin Barat
 

Produk Dalam Negeri

Pemerintah Giatkan Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Produk Dalam Negeri

 
 
Peserta Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri berfoto bersama di Ballroom Hotel Swiss Bel Inn, Pangkalan Bun, Rabu (7/12/2017).

Peserta Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri berfoto bersama di Ballroom Hotel Swiss Bel Inn, Pangkalan Bun, Rabu (7/12/2017).

Borneonews / Tim Borneonews


BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah tidak hanya mengajak untuk mencintai produk dalam negeri. Namun, melalui instansi teknis terus melakukan pelatihan dan pembinaan terhadap pelaku usaha dan UMKM yang ada dengan meningkatkan SDM maupun mutu produk - produk mereka.

Selain itu pemerintah juga memfasilitasi untuk mendapatkan legalisasi usahanya dan mendorong untuk mendapatkan sertifikasi halal bagi produk pangan.

"Apabila semua itu bisa kita terapkan maka kita saya pikir apa yang kita upayakan dapat terlaksana dengan baik," ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah, Jenta dalam Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, di Ballroom Hotel Swiss Bel Inn, Pangkalan Bun, Rabu (7/12/2017).

Tidak hanya itu, untuk produk non pangan, pihaknya mendorong kepada pelaku usaha untuk mendapatkan label SNI bagi produknya agar produk yang dihasilkan dapat masuk ke pasaran di luar. Seperti produk kerajinan dari rotan dimana pelaku usaha di bidang tersebut sudah melempar produknya hingga ke Jepang.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Pasar, Kabupaten Kotawaringin Barat, Jahotler Lumban Gaol. Dengan kegiatan tersebut, pemerintah ingin meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sehingga kegiatan ini yang menjadi sasaran adalah generasi muda yang ditanamkan kecintaannya terhadap produk dalam negeri.

Dengan membanjirnya produk luar ke dalam negeri maka pemerintah mengharapkan kepada masyarakat di Kobar agar memilih produk dalam negeri. Jahotler mengakui bahwa hal tersebut agak sulit dilakukan. Namun dengan kesempatan memberikan arahan melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di Kobar maka masyarakat dapat membandingkan bahwa produk dalam negeri sudah sangat baik.

"Sasaran pasar Asean adalah Indonesia karena masyarakatnya yang begitu banyak pasarnya sangat menguntungkan untuk negara Asean," kata Jahotler.

Ia berharap, para pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing sehingga mampu bersaing dengan bangsa lain, di antaranya dengan menggerakan sektor ekonomi domestik yang merupakan nawacita Presiden Joko Widodonsalah satunya dengan meningkatkan produk dalam negeri. "Dan mari kita bangga dengan produk dalam negeri," ujarnya. (KOKO SULISTYO/B-2)

BERITA POPULER

Meninggal Dunia

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top