Imlek Meriah Bertabur Harapan
Newsflash
Selasa, 24 Januari 2012 09:26
AddThis Social Bookmark Button
ShareMENYAMBUT Imlek ke 2563/2012, warga Tionghoa dan umat Budha dunia, berbondong-bondong untuk melakukan ritual dan sembahyang. Tak terkecuali di Kota Palangkaraya, Sampit, Pangkalan Bun, serta di sejumlah kota lainnya. Di Palangkaraya, acara malam pergantian tahun yang dipusatkan di Vihara Avalokitesvara Jalan Tjilik Riwut Km 9 sekitar pukul 00.00 WIB itu, dimeriahkan dengan pelepasan puluhan Lampion.
“Pelepasan Lampion ke udara ini memiliki makna bahwa lampion yang terbang itu bisa menerangi sesuatu yang gelap, membuang hal-hal yang gelap, serta berharap kehidupan bisa menjadi terang. Sehingga kemalangan bisa sirna dan rezeki bisa lancar dan melimpah,” kata Pandita/Romo Joko Santoso kepada sejumlah wartawan, Minggu malam kemarin.
Dia menuturkan, sebanyak 50 lampion yang diterbangkan di Kota Palangkaraya berasal dari Thailand. Penerbangan lampion di Palangkaraya merupakan yang pertama kali. Joko berharap di tahun mendatang, jumlah lampion bisa mencapai ribuan. Selain menerbangkan lampion, atraksi barongsai mewarnai pergantian tahun.
Di Pangkalan Bun, kemarin, sekitar 200 warga Tionghoa memadati Vihara Graha Sailendra di Jalan Ahmad Yani kilometer 9 untuk melakukan rangkaian ibadah pukul 07.00-09.00 WIB.
“Kita harus senantiasa optimistis menjalani hidup di Tahun Naga Air ini. Semoga tahun baru ini menjadikan kita jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya dan diberikan rezeki melimpah serta kesehatan,” kata Ke-tua Vihara Graha Sailendra Budha­yana Indonesia, Pangkalan Bun, Ge Lian Wijaya.

Jalin persaudaraan

Sementara itu, Pandito Andreas Sunoto menambahkan, tujuan perayaan malam tahun baru Imlek itu supaya dimudahkan untuk memperoleh keleluasaan, rezeki, kehidupan makmur, dan panjang umur. Dia juga menyarankan, umat Budha khususnya di Kota Palangkaraya dan kota lainnya supaya bisa menjalin rasa persaudaraan, bersatu, kompak, dan tidak mementingkan diri sendiri.
Ketua wanita Buddies Provinsi Kalimantan Tengah, Liani Halim mengatakan, ada tiga upacara atau kegiatan inti dalam menyambut pe-rayaan tahun baru Imlek.
Pertama doa Imlek dengan tujuan sebagai wujud rasa syukur terhadap sang pencipta serta meminta doa harapan agar diberi rezeki yang melimpah dan kesehatan. Kemudian vang sen atau kegiatan melepaskan mahkluk hidup untuk kembali ke habitatnya. Sebagai contoh ikan yang dijual oleh para pedagang di pasar dibeli dan kemudian dilepaskan ke su­ngai atau laut. Terakhir adalah cap go meh atau tolak bala yang digelar pada malam ke lima belas bulan pertama imlek. “Ada tiga rangkaian kegiatan dalam perayaan Imlek yakni, doa Imlek, vang sen atau pelepasan makhluk hidup yang jatuh pada 29 Januari, dan Cap Go Meh atau acara tolak bala yang merupakan akhir dari perayaan imlek dan jatuh pada 6 Februari mendatang.”
(BY/CR-27/B-1)
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 
Delicious
 

ARSIP BERITA

< Januari 2012 >
Se Se Ra Ka Ju Sa Mi
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 25 26 27 28 29
30 31          

BORNEO NEWS

media kalimantan mandiri media indonesia