|
Newsflash
|
|
Sabtu, 28 Januari 2012 10:15 |
|
Share SUDAH saatnya Indonesia mengembangan energi nuklir untuk kebutuhan energi dan pengembangan sumber daya pangan guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Kalau masyarakat bersedia dan bisa menerima kita harus memulai mengembangkan energi nuklir sebelum sumber daya alam seperti batu bara dan lainnya habis,” kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta dalam dialog interaktif dengan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin dan para peneliti dari Litbang regional Kalimantan, di Banjarmasin, kemarin. Menurut Hatta, saat ini pihaknya sangat sulit me-ngubah stigma masyarakat tentang nuklir, sehingga sulit untuk mengembangkan teknologi yang sebenar-nya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan energi lainnya. Masyarakat, kata Hatta, masih berpikiran bahwa energi nuklir hanya bisa dimanfaatkan untuk melakukan pengeboman seperti yang terjadi di Hirosima dan Nagasaki, serta yang terakhir di Fukushima Jepang yang terkena tsunami. Kejadian radiasi nuklir di negara tersebut membuat masyarakat semakin sulit menerima pengembangan energi tersebut karena mengira kematian ribuan warga akibat radiasi, padahal yang terbanyak diakibatkan oleh tsunami. Nuklir, menurut Hatta, memiliki manfaat yang cukup luas. Bukan hanya untuk pengembangan energi seperti listrik, tetapi juga bisa dikembangkan untuk memenuhi peningkatan sektor pangan. Seperti pengembangan bibit padi unggul yang dari radiasi nuklir yang hasilnya jauh lebih baik daripada dengan bibit padi biasa. Menurut Hatta, wilayah Kalimantan cocok untuk dikembangkan energi nuklir karena karakteristiknya yang bebas dari gempa jika dibandingkan dengan Jawa, namun terkendala pada pola pikir masyarakat yang belum bisa menerima. Ada dua wilayah di Kalimantan yaitu Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur yang siap mengembangkan energi tersebut, namun kini Kementerian Ristek masih fokus mengembangkan energi nuklir di wilayah Sumatera. Pernyataan sama disampaikan Kepala Batan Hadi Hustowo bahwa stigma negatif masyarakat terhadap pengembangan energi nuklir hingga kini masih sulit untuk dihapuskan. Di Kalsel kata dia, sudah dua instansi yang memanfaatkan energi tersebut yaitu RSUD Ulin Banjarmasin dan di pabrik pakan ternak Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Pemanfaatan energi pada dua lokasi di Kalsel tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Batan. (Ant/B-1)
|