|
Berita Utama
|
|
Jumat, 27 Januari 2012 10:01 |
Share SELAIN masyarakat sekitar, para sopir angkutan (travel) jurusan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)-Tumbang Manjul, Kecamatan Seruyan Hulu, Kabupaten Seruyan, mengeluhkan kerusakan jalan yang terjadi di daerah hulu kabupaten ini...
Khususnya jalan yang melintasi Kecamatan Seruyan Tengah. Seperti halnya yang diungkapkan Acin, sopir travel yang biasa melewati jalan Sampit-Tumbang Manjul. Menurut Acin, kerusak-an jalan di Kecamatan Seruyan Tengah sudah sangat memprihatinkan. Terutama ruas jalan di Desa Batu Agung hingga Kelurahan Rantau Pulut. “Bukan cuma rusak, jalannya itu hancur,” ucap dia saat dibincangi Borneonews, kemarin. Buruknya kualitas jalan menyulitkan para sopir travel yang melintas. Sebab mobil sering amblas atau terjebak di kubangan lumpur. “Terus terang saat ini kami kebingungan, mau kerja salah, tidak kerja juga salah. Kalau dipaksakan kerja hasilnya juga habis untuk memperbaiki kerusakan mobil. Sedangkan untuk menaikkan tarif angkutan jelas tidak mungkin,” keluh Acin. Oleh sebab itu, dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan segera memperbaiki jalan tersebut, minimal meratakan titik yang mengalami kerusakan terparah. “Pemkab harus sigap dan secepatnya melakukan perbaikan. Selain warga, para sopir travel juga mengalami kesulitan. Bagaimanapun juga keberadaan travel penting bagi masyarakat,” ucap Acin. Di pihak lain, Kepala Desa Durian Tunggal M Riduan mengakui buruknya kondisi ruas jalan di Kecamatan Seruyan Tengah. Dia mencatat, sedikitnya ada 20 titik di ruas jalan itu yang kondisinya sangat menyedihkan. “Kerusakan jalan itu disebabkan hujan yang sering terjadi, ditambah jalan itu memang sudah lama tidak dilakukan perbaikan oleh pemkab.”
Peningkatan kualitas Di samping meminta perbaikan, Riduan juga mengharapkan ada peningkatan kualitas jalan di wilayah itu. Mengingat jalan itu merupakan akses utama masyarakat dari beberapa desa untuk menuju ibu kota kecamatan. Selain itu, jalan di kawasan tersebut juga dilewati anak sekolah setiap hari. “Dalam waktu dekat ini kami berharap ada perbaikan minimal untuk titik-titik yang mengalami kerusakan sangat parah. Untuk selanjutnya warga meminta agar dilakukan peningkatan jalan, paling tidak penimbunan batu koral (latrit),” ujarnya. (B-3)
|