|
Share Kurangnya suplai air bersih dan bahan makanan membuat warga di empat desa mulai terserang diare dan gatal-gatal. KORBAN banjir di empat desa yang terletak di dua kecamatan Kota- waringin Timur (Kotim) mulai terjangkiti penyakit seperti diare dan gatal-gatal.
Kekurangan suplai air bersih diperkirakan menjadi penyebab utama. Sumur yang airnya biasa digunakan untuk mandi, cuci, kakus, dan memasak sudah tergenang banjir. Supian, warga Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga Hulu mengeluhkan sulitnya mendapat air bersih. Mereka terpaksa juga hanya makan sekali dalam sehari. Selain bahan makanan kurang, warga tidak bisa memasak di rumah karena dapur terendam banjir. “Yang jelas bahan makanan kurang, air bersih puntidak ada. Dan sampai sekarang be-lum dibangun dapur umum. Pakaian yang kami kenakan pun selalu basah. Anak-anak mulai terserang penyakit diare. Pastinya air banjir yang bercampur lumpur membawa kuman penyakit. Kami sangat berharap bantuan obat-obatan dari pemerintah daerah serta suplai air bersih,” ujar Supian. Jenis penyakit lain yang mulai menyerang ialah gatal-gatal, karena sudah sepekan terakhir warga desa berkubang air kotor.
Suplai obat Lain di lapangan, lain pula penjelasan dari pihak Pemkab Kotim. Plt Kepala Dinas Kesehatan Arifin Mastur mengatakan pihaknya telah memberi bantuan obat-obatan kepada semua desa yang terserang banjir. Obat diare, gatal-gatal, dan infeksi saluran pernapasan sudah disiagakan di puskesmas pembantu (Pustu) di setiap desa. Sudah pula diinstruksikan, apabila bangunan pustu tergenang banjir, maka mantri kesehatan atau perawat berpindah tempat ke lokasi pengungsian. Pendistribusian obat-obatan, jelas Arifin, memang dilakukan melalui Puskesmas di daerah banjir. Bagi desa yang tergenang banjir dan tidak memiliki Puskesmas, maka bisa mendatangi Puskesmas terdekat. Saat ini, jelas dia, di Kotim ada sebanyak 12 desa dan satu kelurahan yang terendam banjir di dua wilayah kecamatan, yakni Parenggean dan Cempaga Hulu. “Sejak terjadi banjir pertama kali, kami sudah mendapatkan laporan dari petugas kami di setiap daerah. Karena itu, kami telah melakukan antisipasi dengan menyetok obat-obatan," jelasnya. Saat ini, bantuan kesehatan disadari Arifin sangat diperlukan. Saat banjir dan sesudah banjir, kawasan pemukiman rawan penyakit karena belum steril. "Kami sadari itu. Bantuan obat akan segera kami kirim lagi," tandasnya. (B-1)
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
|