Headline News
Penumpang Arus Balik Lebaran Mulai Meningkat - Jumat, 01 Agustus 2014 01:44
Pesantren Hidayatul Terbakar Satu Tewas - Jumat, 01 Agustus 2014 01:42
Syarat Menteri Jokowi-JK Jujur Dan Adil - Jumat, 01 Agustus 2014 01:12
Tim Prabowo-Hatta Minta MK Objektif - Jumat, 01 Agustus 2014 01:09
Inter Milan Akan Cuci Gudang - Jumat, 01 Agustus 2014 01:07

SENGKARUT TANAH ADAT (6) : Ratusan SKT Adat Diperjualbelikan

  • Senin, Feb 24 2014
  • font size decrease font size increase font size

Penerbitan Surat Keterangan Tanah (SKT) Adat di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, terus terjadi. Berdasarkan penelusuran, penerbitan SKT Adat ini dilakukan dengan akad jual beli. Dalam beberapa bulan terakhir, diperkirakan ratusan SKT Adat telah terbit dan diperjualbelikan di atas lahan berstatus Hutan Produksi di wilayah Camat Marwoto itu.

Seorang pemegang SKT Adat mengaku membayar Rp315 ribu untuk mendapatkan satu SKT Adat kepada ketua RT, di Kelurahan Kotawaringin Hilir, beberapa bulan lalu.
April 2013, digelar rapat pembentukan Tim SKT Adat di Kolam. Di situ dikatakan lahan di sekitar jalan poros Pangkalan Bun-Kolam akan dibagi-bagikan menggunakan legalitas SKT Adat. Tak mau ketinggalan, ada yang membeli 3 buah SKT Adat.
“Beberapa hari lalu disuruh membayar Rp50 ribu lagi, untuk membenahi posisi patok. Teman-teman yang beli tanah banyak juga, soalnya itu tanah adat katanya. Rencananya tanah itu mau saya pakai bertani. Sawah. Luasnya per SKT Adat itu 17 meter kali 50 meter,” tutur warga  saat ditemui Sabtu (22/2) siang.
Warga lain berinisial TA menuturkan, sekitar ratusan SKT Adat telah terbit di lahan Hutan Produksi jalur jalan Pangkalan Bun-Kolam dengan luasan tanah dan harga beragam. Untuk warga Kolam berkisar Rp300 ribu hingga Rp900 ribu. Tergantung luasnya.
Tetapi, warga luar Kolam, lebih mahal. Ada 9 orang warga Pangkalan Bun yang membeli dalam luasan dan harga sangat besar. Seperti pemilik toko di daerah Kampung Baru membeli tanah sampai 350 hektare. Kalau ditotal harganya mencapai Rp500 juta.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah papan pemberitahuan akan kepemilikan tanah adat, berdiri di kawasan Hutan Produksi di sekitar jalan Pangkalan Bun-Kolam.
(Raden Ariyo/B-1).

 

 

 

Read 200 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Head

Leave a comment

Oase