Gerindra Tuding Eksekutif tidak Optimal Gali PAD
Jumat, 27 Agustus 2010 01:35
AddThis Social Bookmark Button
ShareMEROSOTNYA angka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ketimbang target semula mengundang reaksi.
Penurunan pendapatan asli daerah (PAD) sebagai salah satu komponen APBD 2010 Kotim yang terungkap saat pembahasan perubahan anggaran ditengarai akibat tidak optimalnya kinerja eksekutif.
Ketua Fraksi Gerindra Ronald Abidin menyatakan, sesuai hasil pembahasan perubahan APBD 2010, Kotim mengalami penurunan PAD sebesar Rp6 miliar dari target semula. “Kami lebih menyorot masalah PAD. Mengapa bisa terjadi penurunan signifikan saat dalam pembahasan perubahan anggaran 2010,” ujar Ronald Abidin, kemarin.
Menurutnya, dalam pembahasan perubahan anggaran, besaran PAD Kotim pada 2010 hanya lebih kurang Rp50 miliar.
Padahal, saat pengetokan APBD murni 2010 pada akhir 2009, PAD dipatok Rp56 miliar.
Ronald mempertanyakan sejauh mana eksekutif memperjuangkan peningkatan PAD.
“Yang jadi pertanyaan kami apakah pihak eksekutif sudah maksimal dalam menggali PAD tersebut,” tukasnya.
Di sisi lain, wilayah Kotim dikelilingi perkebunan besar swasta sawit yang seharusnya bisa menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan daerah.
Namun, kata dia, sejauh ini hanya dampak negatif dari keberadaan perkebunan besar yang dirasakan.
Sedangkan, kontribusi terhadap PAD belum memadai.
Sementara itu, Kapala Sub Bagian Keuangan Dinas Perkebunan Kotim Yudin mengatakan, total target sumbangan pihak ketiga (SPK) dari sektor perkebunan pada 2010 dipatok sebesar Rp4,8 miliar.
Hingga akhir Juni, sudah mencapai 58,15% atau sebesar Rp2,8 miliar lebih. “Mudah-mudahan sampai akhir tahun target ini bisa tercapai,” harapnya.
Besaran tarif SPK untuk CPO dalam kabupaten Rp10/kg, CPO antarkabupaten Rp5/kg, kernel dalam kabupaten Rp2/kg, kernel antar kabupaten Rp1/kg, cangkang Rp1/kg, bungkil Rp1/kg, dan limbah sawit lainnya Rp1/kg. “Kami sempat mengusulkan penaikan tarif SPK untuk CPO Rp5, namun hal ini masih belum direalisasikan karena masih fokus menangani pasca pencabutan perda tersebut,” kata Yudin.
Sebelumnya, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kotim sepakat menyatakan APBD Kotim 2010 mengalami penurunan sekitar Rp100 miliar, yakni dari Rp802 miliar pada APBD murni, tinggal Rp705 miliar dalam pembahasan perubahan.
Dari jumlah itu, alokasi anggaran untuk belanja langsung atau infrastruktur hanya Rp349 miliar.
Sedangkan belanja tidak langsung, seperti untuk balanja pegawai, perjalanan dinas pejabat, rapat-rapat, dan pengadaan makan minum pegawai nilainya masih lebih besar yakni Rp355 miliar lebih.
Dari total pendapatan yang dipatok Rp671 miliar diproyeksikan didapat dari pendapatan asli daerah Rp50,6 miliar, dana perimbangan Rp565,7 miliar, dan lain-lain pendapatan sah Rp55 miliar.
Artinya, terjadi defisit Rp33,7 miliar yang akan ditutupi lewat penerimaan pembiayaan sebesar Rp70 miliar dari sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) 2009, penerimaan dari pengembalian pemberian pinjaman, pengeluaran pembiayaan, dan pembiayaan netto.(PM/B-5)
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 
 

ARSIP BERITA

< Agustus 2010 >
Se Se Ra Ka Ju Sa Mi
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 28 29
30 31          

BORNEO NEWS

Katingan & Pulang Pisau

Puskesmas Kasongan 2 Dibiarkan Mangkrak

KATINGAN--BN : SETAHUN sudah berlalu. Namun bangunan Puskesmas Kasong­an 2 yang berada di komplek perumas Kasong an Seberang, Kecamatan Kating­an... Selanjutnya... --
Melalui Foto Katingan ingin Dikenal Dunia

KATINGAN--BN : FOTO-foto kehidupan masyarakat Kabupaten Katingan akan dipamerkan di Brasil. Dalam pameran foto se-dunia itu akan dihadiri Presiden... Selanjutnya... --
Harga Premium semakin tak Terkendali

KATINGAN--BN : HARGA bahan bakar minyak (BBM) premium di tingkat pengecer di Kota Kasongan, Kabupaten Kating­an beberapa hari terakhir semakin... Selanjutnya... --
HET Premium Eceran akan Ditetapkan

PULANG PISAU--BN : KARUT-marut distribusi bahan bakar minyak (BBM) sudah lama berlangsung di Kabupaten Pulang Pisau.Kini, Tim Pengendalian BBM mulai... Selanjutnya... --

Sukamara

Penyebab Ambruknya Jembatan Sei Jelai masih Dipertanyakan

SUKAMARA--BN : AMBRUKNYA Jembatan Sungai Jelai di Kabupaten Sukamara pada tahun lalu sampai sekarang masih menjadi bahan pertanyaan warga. Jembatan... Selanjutnya... --
Marukan Dijagokan Menangi Pemilu Kada

LAMANDAU--BN : PEMILIHAN kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Lamandau baru akan dilaksanakan tahun depan. Kendati demikian, kondisi... Selanjutnya... --
Dongkrak Pendapatan Daerah Bupati Sosialisasikan Pembayaran PBB

LAMANDAU--BN : KESUKSESAN Kabupaten Lamandau dalam membangun infrastruktur seperti jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, pendidikan, penyediaan... Selanjutnya... --
Warga Dapat Lahan Plasma 3 Ha per KK

SUKAMARA--BN : PENANTIAN warga untuk mendapatkan lahan plasma tidak sia-sia. PT Sukses Kar­ya Mandiri (SKM) akhirnya memberikan lahan plasma kepada... Selanjutnya... --

Palangkaraya

Keberadaan Investor belum Beri Nilai Tambah

PALANGKARAYA--BN : WAKIL Gubernur­ Kalimantan­ Te­ngah (Kalteng) Ac­hmad Diran me­ngakui banyaknya inves­tor yang masuk ke Bumi Tam­bun... Selanjutnya... --
Kalteng Expo Libatkan Peserta dari Luar Kalimantan

PALANGKARAYA--BN : PELAKSANAAN Kal­teng Expo tahun ini se­dikit berbeda dari bia­sanya. Jika pada ta­hun-tahun sebelumnya Kal­teng Expo... Selanjutnya... --
Dinas Pendidikan Siap Gelar Ujian Kesetaraan

PALANGKARAYA--BN : DINAS Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disidikpora)­ Kota Palangkaraya siap meng­gelar ujian kesetaraan atau uji­an paket A,... Selanjutnya... --
Pagu Raskin Kalteng Turun 51.863 RTS

PALANGKARAYA--BN : PAGU beras untuk ke­­luar­ga miskin (ras­kin) di Kalimantan Tengah bakal ber­kurang mulai Juni menda­tang. Jika selama... Selanjutnya... --

Kotawaringin Barat

Separuh Lahan di Objek Wisata Pantai Kubu Milik Perorangan

KOTAWARINGIN BARAT--BN : UPAYA pengembangan kawasan wisata Pantai Ku­bu terhalang status kepemilikan tanah. Hampir separuh dari luas areal wisata... Selanjutnya... --
Pemkab belum Mampu Membangun TPA Sanitary Landfill

KOTAWARINGIN BARAT--BN : SEMUA daerah harus segera bersiap me­nutup tempat pem­buangan a­khir (TPA) sampah sistem terbu­ka (open dumping).... Selanjutnya... --
Warga Menjerit di Negeri Pelangsir

KOTAWARINGIN BARAT--BN : WARGA Pangkalan Bun, Kotawa­ringin Barat dua hari terakhir resah karena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.... Selanjutnya... --
Marukan Siap Mediasi Sengketa Lahan di Belantikan

KOTAWARINGIN BARAT--BN : KASUS sengketa lahan antarwarga tiga desa di Kecamatan Belan­tikan Raya, Kabupaten Lamandau, kini masih ditangani... Selanjutnya... --

Kotawaringin Timur

Malas Tugas di Pelosok, Guru akan Disanksi

KOTAWARINGIN TIMUR--BN : KETUA Komisi I DPRD Kotawaringin Marwan, meminta kepala daerah melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)... Selanjutnya... --
BBM Langka Warga Kotim makin Menderita

KOTAWARINGIN TIMUR--BN : INSTRUKSI Gubernur Kalimantan Tengah tentang pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan harapan bertambahnya jatah... Selanjutnya... --
DPRD dan Tim Pengawas BBM Saling Menyalahkan

KOTAWARINGIN TIMUR--BN : BUKANNYA bekerja­sama mencari jalan keluar, tim pengawas BBM bentukan Pemkab Kotim dan DPRD setempat malah saling... Selanjutnya... --
Bupati Minta Distanak Fokus Membina Kelompok Tani

KOTAWARINGIN TIMUR--BN : BUPATI Kotawari­ngin Timur (Kotim) Supian Hadi me­nginstruksikan kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) untuk... Selanjutnya... --

Seruyan

Seruyan Berharap Tarik Investor dari Expo

SERUYAN--BN : PEMERINTAH Kabupaten Seruyan terus memantapkan persiapan mereka untuk mengikuti Pameran Otonomi Expo dan Forum Expo 2012 di... Selanjutnya... --
Seruyan Terancam Jadi Kabupaten Gagal

SERUYAN--BN : BADAN Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ­Seruyan mendata 31 dari 34 desa tertinggal. Sebanyak 34 desa tertinggal yang masih... Selanjutnya... --
BBM Langka Antrean di APMS Mengular

SERUYAN--BN : KELANGKAAN bahan bakar mi nyak (BBM) jenis premium di Kuala Pembuang, Seruyan makin menjadi-jadi.Kemarin, antrean panjang terjadi di... Selanjutnya... --
Premium di Kuala Pembuang mulai Langka

SERUYAN--BN : BAHAN bakar mi- nyak (BBM) jenis premium di Kuala Pembuang, ibu kota Kabupaten Seruyan, mulai sulit dicari sejak kemarin. Hampir... Selanjutnya... --

Barito

Bakal Calon Bupati Mulai Tebar Pesona

BARITO TIMUR--BN : RENCANA sejumlah par­tai politik di Kabu­pa­ten Barito Utara (Ba­rut) melakukan sur­vei untuk menjaring ba­kal calon kepala... Selanjutnya... --
Pemerintah Kecamatan Diminta Bentuk Tim Tripika

BARITO UTARA--BN : PEMERINTAH Kecama­tan Teweh Timur, Ka­bupaten Barito Uta­ra (Barut) dimin­ta membentuk Tim Tripika un­tuk menyelesaikan... Selanjutnya... --
Perda Usaha Perkebunan Mulai Disosialisasikan

BARITO TIMUR--BN : PERATURAN Daerah No­mor 05 Tahun 2011 ten­tang Pengelolaan Usa­ha Perkebunan Ber­kelanjutan diharapkan da­­pat dilaksanakan... Selanjutnya... --
Sekda tidak Hadir Rapat Pembahasan Aset dan Pasar Batal

BARITO UTARA--BN : RAPAT kerja antara Ko­misi B DPRD dan pi­hak ek­se­kutif Ka­­bu­paten Ba­rito Uta­ra (Barut) untuk mem­bahas ma­salah... Selanjutnya... --

Dinamika Borneo

Inspektorat PERIKSA Proyek Pengadaan Chainsaw

KUALA KAPUAS--BN : INDIKASI penyimpangan ha­­sil pengadaan barang da­­n jasa jenis cainsaw di li­ngkungan Pemerintah­ Ka­bupaten (Pemkab)... Selanjutnya... --
Polisi Cium Keberadaan Perampok Toko Emas Plaza Beringin

BARITO SELATAN--BN : KERJA keras jajaran Ke­polisian Resor (Pol­res) Barito S­elat­an (Barsel) unt­uk me­ngungkap ­kasus pe­­rampokan toko... Selanjutnya... --
Masyarakat Bundar PESIMISTIS Pemekaran Kecamatan di Dusun Utara

DINAMIKA BORNEO--BN : Ma­s­­yarakat­ Desa Bu­­ndar, Hi­n­­gan, Ma­ruga, Ta­le­koi, Gu­nung Ran­tau, Rampa Mea, Da­­­nau Bambure,... Selanjutnya... --
Anggota Dewan Laporkan Wakil Ketua DPRD ke Polisi

DINAMIKA BORNEO--BN : SEMBILAN anggota de­wan me­­laporkan Wa­­­kil Ke­tua­­ DPRD Ka­­bu­paten Barito Sela­t­an­ (Barsel), Rahayuni ke... Selanjutnya... --

Lamandau

media kalimantan mandiri media indonesia