|
Persentase angka kemiskinan di Kabupaten Seruyan mencapai 65,35% pada 2008, tahun ini ditargetkan bisa turun di angka 38,61%. PEMERINTAH Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, menar- getkan penurunan angka kemiskinan sebesar 26,74% selama periode 2008-2010. Itu berarti, persentase angka kemiskinan sebesar 65,35% pada 2008 akan diturunkan menjadi 38,61% pada 2010. Komitmen penurunan angka kemiskinan itu dilakukan Pemerintah Kabupaten Seruyan dengan menandatangani kesepakatan dengan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) baru-baru ini. "Realisasinya tentu saja membutuhkan kerjasama semua pihak, baik legislatif, eksekutif, swasta maupun masyarakat Seruyan,” tukas Bupati Seruyan H Darwan Ali dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Setda Seruyan, Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Jainuri. Sambutan itu dibacakan pada seminar dan lokakarya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan DPRD tentang Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan (MPD) tahun anggaran 2010. Untuk merealisasikan target tersebut, menurut Jainuri, Pemkab Seruyan memfokuskan pembangunan di tiga desa tertinggal pertahun, melalui berbagai program. Program yang sudah berjalan iantara lain Mamangun Mahaga Lewu (PM2L), Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) serta PNPM-MPD. ”PNPM MPD di kabupaten seruyan sudah berjalan selama tiga tahun. Pada 2010 ini memasuki tahun ke empat. Selama kurun waktu tersebut Pemkab Seruyan sudah menunjukan partisipasi aktif untuk menyukseskan program tersebut. Partisipasi itu dalam bentuk pemberian fasilitas dan dukungan finansial yang antara lain bersumber dari APBD dan sebagian dari APBN,” terang Jainuri dihadapan peserta semiloka dari provinsi Kalteng, DPRD, SKPD, dan masyarakat Kabupaten Seruyan. Dana bantuan Jainuri merinci, pada tahun anggaran 2007 atau tahun pertama PNPM-PPK dilaksanakan, pemkab menyalurkan dana bantuan langsung mandiri (BLM) sebesar Rp3 miliar lebih untuk untuk empat kecamatan. Kemudian pada tahun anggaran 2008, total BLM yang disalurkan sebesar Rp2 miliar untuk dua kecamatan sebagai lokasi program. Selanjutnya pada 2009, jumlah BLM yang disalurkan ialah Rp1.800.000.000 untuk dua kecamatan. Pada tahun anggaran 2010, Pemkab Seruyan telah menganggarkan BLM untuk dua kecamatan dengan dana sebesar Rp1.200.000.000 melalui Anggaran Dana Daerah Urusan Bersama (DDUB), dengan cosh sharing, APBD 40% dan 60% APBN. "Jadi total bantuan dari APBD dan APBN yang sudah disalurkan untuk program ini sudah lebih dari Rp10 miliar. Dengan dana sebesar itu dan kerja keras serta kerjasama semua pihak, target penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Seruyan semestinya terpenuhi," jelas Jainuri. Ketua Panitia Semiloka, yang juga Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMDes) Kabupaten Seruyan Mahfudz, mengatakan melalui semiloka ini, diharapkan semua pihak bisa membuat program yang terintegrasi, sehingga target penurunan kemiskinan bisa tercapai. (B-1)
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
|