Pengaduan Uang Tunjangan Guru Non Sertifikasi Paling Lambat 15 Agustus
Kamis, 12 Agustus 2010 20:03
AddThis Social Bookmark Button
SharePengaduan Uang Tunjangan Guru Non Sertifikasi Paling Lambat 15 Agustus

DINAS Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memberikan batas waktu terakhir kepada kepala sekolah negeri dan guru untuk menyampaikan pengaduan jika belum menerima uang tunjangan profesi guru non sertifikasi, paling lambat 15 Agustus 2010.
Apabila pengaduan itu disampaikan lewat dari tanggal tersebut, Disdikpora tetap menindaklanjuti, hanya saja tidak bisa mencairkan uang tunjangan itu pada bulan ini juga. Uang tunjangan bagi kepala sekolah negeri atau guru yang mengadu di atas 15 Agustus akan dirapel pada enam bulan selanjutnya.
Sub Bagian Keuangan Disdikpora Kobar Retno Widowati, kemarin, mengungkapkan, total uang tunjangan profesi guru non sertifikasi yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp2,625 miliar. "Uang tunjangan profesi guru PNS (pegawai negeri sipil) sudah ditransfer semua ke rekening para guru yang bersangkutan (kecuali guru yang bertugas di Kecamatan Arut Utara)," katanya.
Penyerahan uang tunjangan guru PNS di Kecamatan Arut Utara dilakukan manual karena di kecamatan itu belum ada bank. "Uang itu cair pada 23 Juli lalu, lalu diserahkan ke bank untuk ditransfer ke rekening masing-masing guru PNS, sehingga bank membutuhkan waktu cukup lama untuk meng-input-nya,” ujar Retno. (DF/B-3)
Comments
Add New Search
Mohon Tanggapan
Joko (203.78.121.xxx) 2011-08-05 06:56:15

Bagaimana untuk guru PNS Kobar yang sedang melaksanakan tugas belajar di luar daerah/propinsi, apakah juga mendapatkan Tunjangan Guru Non Sertifikasi? Atas tanggapannya disampaikan terima kasih
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 
 

ARSIP BERITA

< Agustus 2010 >
Se Se Ra Ka Ju Sa Mi
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          

BORNEO NEWS

media kalimantan mandiri media indonesia