|
Selasa, 07 Februari 2012 14:52 |
Share KONDISI jalan dalam kota menuju Bundaran Duhung di Kabupaten Gunung Mas rusak. Padahal, jalan itu baru selesai dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunung Mas awal Januari 2012 lalu...
Ironisnya, proyek pengas-palan dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2011 itu sudah terkelupas. Pembangunan jalan sepanjang 1,450 kilometer itupun dinilai warga terkesan asal-asalan. Buktinya belum genap sebulan, kondisi aspal sudah terkelupas. Warga pun mengeluhkan dengan kondisi itu. Sagai, warga Kuala Kurun berharap kepada kontraktor pelaksana agar secepatnya melakukan perbaikan, karena masih tahap pemeliharaan. “Kontrktor harus bertanggungjawab dengan pekerjaannya. Kami selaku masyarakat meminta agar kerusakaan itu segera diperbaiki. Jika tidak masyarakat akan rugi, karena kondisi jalan rusak dan sangat berbahaya dilalui para pengguna jalan. Apalagi kerusakaannya cukup parah,” tegasnya. Pantauan Borneonews setidaknya ada tiga titik yang rusak parah. Yakni di jalur kiri dari arah Bundaran Duhung menuju Air Terjun Batu Mahasur. Sementara itu, terkait kerusakan jalan hingga kemarin perusahan yang mengerjakan proyek pengaspalan tersebut masih belum mau memberi jawaban ketika dihubungi Borneonews. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunung Mas, Gerhard Julius Daman mengatakan, secara teknis kerusakan jalan dari arah Bundaran Duhunung-Air Terjun Batu Mahasur itu karena agregat jalan belum mantap. Akibatnya, kontur jalan labil dan tidak kuat ketika diaspal, apalagi jika dilewati kendaraan bermuatan melebihi tonase hingga di atas delapan ton pasti cepat rusak. “Kerusakan pada spot tertentu disebabkan fondasi belum mantap. Tapi kami berjanji akan segera memperbaikinya. Kami juga sudah menyuruh kepada rekanan untuk segera memperbaiki selama masa pemeliharaan hingga Juni 2012 nanti,” ujarnya. (EP/B-7)
|