Rakyat Kobar Geram Pemimpin yang Sah Dianiaya
Selasa, 13 Juli 2010 05:53
AddThis Social Bookmark Button
ShareRIBUAN warga Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kemarin turun ke jalan untuk menumpahkan kekecewaan mereka atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menganulir penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas kemenangan calon pemimpin mereka, Sugianto Sabran-Eko Soemarno.
Namun lewat aksi unjuk rasa yang berlangsung sepanjang hari kemarin, kedewasaan berpolitik rakyat Kobar terbuktikan. Meski memendam kekecewaan yang teramat sangat, dengan jumlah mencapai ribuan dan memenuhi jalan-jalan protokol, warga Kobar berhasil menggelar unjuk rasa yang berakhir damai. Kabar yang menyebutkan Kobar akan  mencekam pun terbantahkan.
Apresiasi pun datang dari Kapolres Kobar AKBP Nuryadi Purtono selaku penanggung jawab keamanan dan ketertiban setempat. "Saya benar-benar bangga terhadap rakyat Kobar. Pelaksanaan tugas kami dapat terlaksana dengan baik karena semua pihak memegang komitmen yang tinggi," ujarnya yang langsung disambut riuhnya tepuk tangan pengunjuk rasa.
Sebelumnya, entah siapa yang menghembuskan, sempat beredar isu bahwa Kota Pangkalan Bun (Ibu Kota Kobar) akan memanas karena adanya unjuk rasa yang akan berlangsung besar-besaran.
Tapi faktanya, kemarin semua aktivitas masyarakat berlangsung normal. Para orang tua dengan tenang mengantar anaknya ke sekolah masing-masing seiring dengan di–mulainya tahun ajaran baru. Begitu juga dengan situasi di pasar, aktivitas jual beli berlangsung seperti hari-hari biasa. Hanya ruas jalan di depan gedung KPU dan DPRD yang ditutup sehingga masyarakat harus sedikit berputar perjalanannya.
"Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi kami terkait dengan utusan MK No 45/PHPU.D-VIII/2010 yang cacat hukum karena mengkhianati kedaulatan rakyat Kobar. Putusan itu secara tidak langsung sudah menghilangkan 67.199 suara rakyat Kobar. Kami tidak terima jika calon pemimpin yang sah dianiaya. Kami tidak akan berhenti mencari keadilan," cetus  Koordinator Aksi Aminullah AD dalam orasinya di depan Kantor KPU.
Sontak saja, meski terik matahari membakar kulit, massa langsung menyambut orasinya dengan teriakan, "Hidup Sukses... Sugianto pemimpin yang sah... Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan".
Tiga dari lima anggota KPU-M Jali Noor, Awaluddin, dan Tonny Pandiangan-- pun menerima dengan hangat para pengunjuk rasa itu. "Kami akan segera menggelar rapat pleno untuk menentukan sikap atas putusan MK itu," ujar Tonny lewat pengeras suara.
Aksi pun dilanjutkan ke Gedung DPRD yang setibanya di sana diterima langsung oleh Ketua DPRD Subahagio. "Sebagai wakil rakyat, kami tentu tak akan tinggal diam jika rakyat Kobar resah. Kami akan tetap berpatokan pada penetapan awal KPUD yang menyatakan Sugianto-Eko sebagai pemenang pemilu kada," ujar Subahagio yang pada kesempatan itu juga didampingi oleh lima anggota DPRD yang mewakili Fraksi PAN, PDIP, Gerindra, Golkar, dan PKS. Subahagio sendiri berasal dari Fraksi Demokrat, fraksi pengusung pesaing Sugianto-Eko, Ujang Iskandar-Bambang Purwanto.
Usai diterima anggota dewan, ribuan pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib sambil berkeliling kota dengan kendaraan yang mereka tumpangi. Aksi konvoi damai mereka mengundang simpati dari masyarakat Kobar yang berada di sisi jalan.
"Hidup Sugianto...," teriak seorang ibu yang sedang menggendong anaknya sambil mengepalkan tangan ke udara saat peserta konvoi lewat di depannya.

Tidak masuk kantor
Meski unjuk rasa besar-besaran itu bisa jadi untuk pertama kalinya di Pangkalan Bun, Bupati Kobar Ujang Iskandar selaku kepala daerah sama sekali tak menampakkan diri. Sudah sebulan lebih, Ujang lebih banyak mengurus per–kara di MK daripada mengurus pemerintahan di Kobar. Ia lebih memilih berdiam diri di rumah pribadinya di kawasan Arut Selatan sambil memantau situasi di Pangkalan Bun.
"Maaf, untuk saat ini Bapak sedang tidak bisa diganggu. Dari pagi bapak tidak pergi ke mana-mana sambil menunggu informasi yang masuk," ujar petugas protokol rumah pribadi Ujang, Firman.
Ia juga memastikan Ujang tak akan masuk kantor hingga pelantikan kepala daerah yang baru pada 3 Agustus mendatang. "Sepertinya Bapak tidak akan masuk kantor hingga akhir Agustus nanti," katanya singkat. Sementara suasana di rumah pribadi Ujang sendiri sepi. Pengamanannya sangat ketat dengan dijaga puluhan aparat kepolisian. Dua unit mobil pemadam kebakaran juga terparkir di depan rumahnya. (NS/Ewa/P-2)
Comments
Add New Search
Boneng News (125.167.252.xxx) 2010-07-13 16:08:42

Jangan terlalu gampang memakai nama rakyat lah, cape dech
Bosen
Anonymous (221.120.121.xxx) 2010-07-13 17:22:54

Mas-mba2 yang di BN

Sayat dulu pembaca setia Koran BN. Saya rasakan Koran BN sudah tidak lagi jadi Pemain yang Fair. Cepat atau lambat Koran BN akan Ditinggal pembacanya satu persatu.

salam
Yang Bosen
jangan sembarang atas nama
ipky (222.124.156.xxx) 2010-07-13 21:57:25

udh lah munk kau kira keluar MK tu langsung keluar gitu ajah
.....

keputusan yg di buad mk tu banyak yg di pertimbangkan
loe munk udh melakukan kesalahan udh ngaku ajah salah
loe munk gk ngerasa salah silahkan banding....

negara kita negara hukum
semua warga punya hak..
loe terbukti salah ya kita harus ngaku salah
dan menerima apa adanya
walupun tu pahit
rakyat yang mana...???
gw bukan rakyat (125.167.240.xxx) 2010-07-14 18:50:48

RAKYAT.....????
cuma segelintir orang yang mau dibayar terus di bilang rakyat...
BN tolong beritanya yang berimbang dong.
dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat
tebak lg siapa.... (118.96.145.xxx) 2010-07-15 01:19:25

INGAT...!!!
Demokrasi tu artinya dari rakyat untuk rakyat & oleh rakyat....
Pemimpin adalah pelayan rakyatnya...
Bukan rakyat yg melayani pemimpin....
Rakyat KOBAR JANGAN mau dibodohi...
Rakyat KOBAR JANGAN mau dibohongi...
Rakyat KOBAR JANGAN takut...!!!
Rakyat KOBAR sdh byk yg pintar, mereka tau mana yg benar mana yg salah...
Lanjutkan prjuanganmu kawan....!!!
Money Politic
ganteng deh saya (202.43.114.xxx) 2010-07-15 10:50:25

Ibu yang teriak itu dapat (uang)nya lebih gede dari yang lain.
Makin besar suap yang didapat, maka teriakan di aksi massal makin keras.
Yang dapet kecil, cukup jalan kaki dan Silent Mode : ON

Ada apa dengan Borneonews ?
Netralitas media harus dipegang teguh untuk kehormatan pers.
Yang menjaga kehormatan akan bertahan.

Katakan putih adalah putih
Katakan hitam adalah hitam
BN??????
urang kampung (114.123.148.xxx) 2010-07-17 02:51:23

Saya jadi ingat Waktu kampanye Pasangan no 1 di desa rungun kec Kotawaringin lama
kurang lebih orasinya spt ini"BAPAK BAPAK & IBU IBU SEKALIAN,APABILA NANTI ADA TIM SUKSES YANG MEMBAGI BAGIKAN UANG DI TERIMA SAJA SEBAB KA...... nya(saya gak tega nulisnya)JUGA SUDAH DI BAYAR,JADI TIDAK USAH TAKUT TERIMA SAJA
mungkin borneo news juga sdh di beli. slamat tinggal borneo news surat kabar yg sdh tdk independen lagi.Belajarlah kepada redaksi majalah TEMPO yg pemberani.....
BN???
konee (125.167.242.xxx) 2011-01-14 21:21:33

KAPE..UUUU ( KPU ) bilang aja gitu looee
boneng jua (125.167.252.xxx) 2010-07-19 23:06:06

rakyt kobar yg mna bos....yg kalian byar uang 200 ribu itu ya hahahahahahaha enak aja bilang rakyat kobar geram.percuma sekolah tinggi2 tpi buat berita bego n jdi nipu gini.ya jelas seenak perutnya gini klian buat berita wong BN ini pnyanya tuan takur...SURAT KABAR TIDAK BERKUALITAS..MALU MAS SMA SURAT KBAR YG LAINYA.paling2 yg jdi pegawainya ini cma lulusan SMP..maklum aja wong bosnya cma SMK to jdi sma2 bego hahahahahahahahaha.....saaaaaaakit hatiiii...
hidup...ujang
Anonymous (110.136.189.xxx) 2010-07-21 16:47:49

halo...rakyat juga masih punya otak kali coz kalo masa pemerintahan ujang iskandar ga bener ya kobar ga bakalan dapat adipura kali...pliz..deh..
jangan mengatas namakan rakyat2 aja deh rakyat butuh pemimpin yang baik dan jujur..and gk selamanya sesuatu bisa dibeli dengan uang dan kekuasaan ko!
satukan gumam kita
Anak marjinal (202.70.58.xxx) 2010-07-21 18:59:41

wahai kawan2 yang masih punya hati nurani dan dapat melihat dengan jelas suatu ketimpangan,,,,, mari kita satukan gumam2 kita,,, karena gumam adalah doa2 yang mengandung riubuan makna untuk sang Pencipta,,, teruskanlah gumam itu,,, karena apabila gumam telah menyatu dengan jiwa raga maka akan berubah menjadi gelombang2 perubahan,,, yang mampu menenggelamkam tirani dan kemunafikkan di pangkalan bun tercinta,,, ketika keputusan telah kau cabut maka jangan pernah kau surut!!! sampai ajal memjemput!!!

kami mungkin hanya kaum marjinal...


rakyat jelata
semok (125.167.243.xxx) 2010-07-22 12:02:17

BN ini tidak lebih dari kambing congek yg disuruh ngembek ya ngembek, suruh nyemplung ya nyemplung. kalian yang jadi redaksi tidak punya mata hati dalam melihat kebenaran, jika tuhan memberikan kesempatan pd kalian untuk melihat masa depan org2 yg bersekongkol dengan kejahatan, tentu kalian akan ketakutan luar biasa, karena org yg berilmu tetapi membela orag yg zholim akan menghadapi nasib yg menggenaskan di akhirat, okelah kalian senang didunia yg sifatnya sementara ini tapi akhir kehidupan kalian sudah nyata mengerikan......
INGAT MATI BUNG, TAKUTLAH PENGADILAN TUHAN............YG LEBIH ADIL DAN TIDAK BISA KALIAN SUAP
jangan msukn gue dlm rakyat yg km maksud!!!!!
nyremot (125.167.243.xxx) 2010-07-22 12:13:07

koran BN ko mau2nya jadi congor kezhaliman, belajarlah dari sejarah, betapapun hebatnya kekuasaan yg dibangun dg tangan besi tidak akan utuh, lihat contoh yg dr Fir'aun, Raja Namrud, Abrahah, Napoleon, Mousolini, mereka semua hancur tak bersisa,......yg dikenang cuma kejahatan mereka sehinggga nambah siksa aja dalam kubur, semakin kejahatannya diomongkan semakin kuat tuh pentungan malaikat.
jangan atas namakan rakyat bung???? jangan jual harga diri rakyat?????
rakyat kobar tahu mana yg benar & mana yg salah termasuk anda yg jadi redaksi
siksa kubur (64.255.180.xxx) 2010-07-23 00:35:09

Hahahahahahahahaha.....hidup ujanggggggg...klo inya tu yg nmr 1 mimpin di jualnya am p.bun ni...di obral di obral....di siksa kubur ja orang kya itu tu...bongol di pelihara handak jdi pemimpin pula manusia sikung ni.
nyomet
pedros (125.167.243.xxx) 2010-07-23 10:59:18

hahaha..........kompetisi apaan tuh, mau jadi pemimpin aja sdh dg cr yg gak benar, apa lagi sdh jd pemimpin..........., pemimpin lancung/alias tidak jujur mau jd pemimpin menghalalkan segala cara
aduh capeh deh..................
pedros (125.167.243.xxx) 2010-07-23 11:00:27

disini malah yg banyak dukung ujang, mana pendukung sukses?
SUKSES GAK BANYAK OMONG KARENA MENANG
alex (110.139.30.xxx) 2010-07-24 07:55:27

MENDAGRI itu minta proses yg bener baru bisa melantik kepala Daerah, 1. KPUD membuat usulan penetapan pemenang yg diserahkan ke DPRD. 2. DPRD mengajukan ke GUBERNUR, 3. GUBERNUR mengesahkan, 4. GUBERNUR membawa Surat Keputusan KPUD ke MENDAGRI, 5. MENDAGRI mengesahkan .
itu baru porses yg bener, kami TIM SUKSES guyu alias ketawa terkekeh-kekeh kok UJI_BP malah langsung ke MENDAGRI, makanya sekolah yg bener dulu baru nyalon jadi BUPATI....ha....ha... ya gak mungkin diterimalah emangnya MENDAGRI bodoh.
Dan kami bertahukan bahwa berkas SUKSES sudah di meja MENDAGRI, tinggal di TOK BERES DECH... GOOD BYE UJANG

apaan tuh
joko (182.0.147.xxx) 2010-10-26 10:15:52

ini semua gara2 DEMOKRASI kan? demokrasi ga akan bikin makmur kalo salah persepsi. mending balik aja kayak dulu, jaman sultan ama raja.liatin tuh negeri arab macam bahrain,qatar, abudhabi,mereka sukses,td bukan sukses yg no 2 lho.pembangunan merata,rakyat makmur dah.cari tu pemimpin kaya orang2 arab.
wong cilik (125.167.241.xxx) 2010-08-03 16:14:45

Kemona sida pendukung nomor 1 nih, si suaranya lalu, amun demo maka suaranya sampe pocah tu sound sistem. tapi nyaman jua dikasih tenda macam raja tuam. tapi macam orang ngungsi ja. kebanjiran way rumahnya. nah ni untuk sida BN tolong donk beritanya tu yang nyaman dikit. ibarat dacing tu borat sebolah. kena amun ditinggal pembacanya hanyar merasa...kasihan deh lho..........
to people pbun
putra daerah (110.139.30.xxx) 2010-08-05 13:14:54

tolong tuk BN yg profesional beritanya, jgn mengintimidasi satu pihak lewat kabar yg tidak tepat bahkan bisa mengprovokasi golongn tertentu..kpd warga pbun sy yakin anda mampu menilai dan mendukung calon pemimpin yg tepat baik dr segi intelektual maupun filosofis riwayatnya.
Podo Komodo
someone anywhere (125.164.15.xxx) 2010-08-06 13:05:25

Sebenarnya tidakusah saling hina atau saling caci...
Kalau dilihat dari track record-nya, kedua pasangan colong eh calon bupati n wabup ga ada yang bener :D
Yang satu berusaha dengan menyuplai dana (suap) kepada masyarakat bawah... Sebaliknya, yang lain memberi suap ke tingkat atas (apa bedanya...wkwkwk)

Tapi paling tidak, saya lebih respect kepada pihak yang menyuapi rakyat bawah... Soalnya walau sesaat paling tidak bisa mengurangi biaya hidup.

Kalau dilihat lebih lanjut selama ini tidak ada upaya yang cukup berarti dari pimpinan pemerintah daerah (ujang-red) yang cukup signifikan untuk memberikan solusi perkembangan ekonomi masyarakat Pangkalan Bun khususnya or Kotawaringin Barat pada umumnya.

Perkembangan infrastruktur sih boleh dikatakan lumayan daripada lumanyun :D Tapi yang perlu diingat : "Walaupun pemerintah mampu membangun jalan/bangunan/infrastruktur yang terbuat dari emas, kalau perekonomian rakyatnya rendah tetap aja dibilang g makmur n jalan/bangunannya bakalan d...
kami bukan rakyat yg di maksud
andy udhistira (125.167.243.xxx) 2010-10-08 09:02:04

kami bukan rakyat yg di maksud...kami mau aman saja
mahasiswa
andhy cuy (222.124.207.xxx) 2010-10-15 00:08:58

ooooorangnya,amun membicarakan politik di indonesia ni krida habisnya.siapa pun yang jadi bupati g ada prubahannyya pan kasan kita.tetap ja mencari gawian uyuh.

uluh Itah
Pahlawan bertopeng (125.164.110.xxx) 2011-01-14 08:14:39

Semngat aja dah buat 22nya . . . sapa pun yang menang harus di terima dengan kepala tegak jangn tunduk . . .
belajar ikhlas,kalw masih belum belajar aku buka les privat . . . .
Ikan sepat ikan gabus
Mazda (182.4.156.xxx) 2011-02-03 10:33:18

Tolong cepat diselesaikan,akan lebih bagus.Jangan demo seperti di Mesir.Kelamaan.............
Anonymous (64.255.164.xxx) 2011-04-06 21:45:55

kalo masalah Politrik kaya begini ulun kada umpat, soalnya Poli= banyak, Trik=akal (banyak cara gasan apa aja), kalu jua nang ai. Intinya gajah awan gajah bakalahi babuhan samut habis matian tainjak-injak
masyarakat
Bocah jelata (223.255.229.xxx) 2011-10-15 15:31:31

kalimantan aman,tidak tidak terjadi kekacauan,dsb
itu yg kami inginkan,
jangan hanya janji dsebarluaskan dalam pemilihan,,,
stelah itu rakyat ditelantarkan.
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 
 

ARSIP BERITA

< Juli 2010 >
Se Se Ra Ka Ju Sa Mi
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

BORNEO NEWS

media kalimantan mandiri media indonesia