Dinas Kesehatan Kotim Nyatakan Vaksin Measles Rubella Halal

  • Oleh Eka Yussrona
  • 03 Agustus 2018 - 00:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Faisal Novendra Cahyanto menyatakan Vaksin Measles Rubella halal. Isu yang beredar bahwa tidak halal itu dinyatakan sebagai hoax. Hanya saja yang menjadi persoalan belum adanya sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Faisal mengatakan bahkan vaksin MR sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, dengan nomor HK 00051233516 tahun 2009.

"Masalahnya hanya belum sempat berlabel (sertifikasi halal). Itu sudah dijelaskan oleh yang berkompeten," kata Faisal Novendra, Kamis (2/8/2018).

Vaksin MR telah beredar di Indonesia dan masuk ke dalam program imunisasi nasional sejak setahun lalu.

Dia menambahkan, apabila memang ada bahan tidak halal dalam vaksin itu wajib dicantumkan. Hal itu sesuai aturan BPOM RI.

"Faktanya di vaksin MR ini tidak dilabeli keterangan tambahan di kemasan produknya soal bahan yang tidak halal," kata Faisal.

Dia juga menyampaikan bahwa MUI mendukung terhadap program imunisasi, sebagaimana Fatwa MUI nomor 4 tahun 2016. 

Vaksin MR yang digunakan saat ini sudah masuk dalam program imunisasi nasional Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, yaitu produk Serum Institute dari India. Bukan produksi Bio Farma, selaku BUMN RI. Bio Farma hanya sebatas importir sekaligus distributor vaksin MR tersebut.

Dia menjelaskan, Imunisasi MR ditujukan untuk mencegah kematian akibat campak dan kecacatan dampak rubella.

"Vaksin MR ini penting. Tapi saya harap segera ada koordinasi antara Kemenkes, Kemenag, dan MUI soal kendala sertifkasi ini," kata dia. (EKA YUSSRONA/B-11)

Berita Terbaru