Kerugian Tabrak Tongkang Rp700 Juta

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 10 Agustus 2018 - 23:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Dari pendataan dan pemeriksaan sementara Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) kerugian yang dialami korban tabrak tongkang Terang 310 yang hanyut di Sungai Mentaya Sampit mencapai Rp700 juta. 

"Kerugian materil kurang lebih Rp700 juta. Itulah yang harus diganti oleh agen tongkang tersebut," ujar Dirpolair Polda Kalteng Kombespol Badarudin melalui Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum AKBP Murtiyanto, Jumat (10/8/2018). 

Namun data tersebut masih hasil pemeriksaan sementara. Dan akan didalami lebih lanjut. Total tersebut dihitung berdasarkan kerusakan sejumlah kapal, kapal imbal, lanting, dan juga barang berharga di kapal milik para korban.

Bahkan akibat peristiwa ini kapal KPLP juga mengalami kerusakan pada kenopi akibat hantaman tongkang itu. 

Hanyutnya tongkang terjadi karena pada Kamis (9/8/2018) pukul 22.00 WIB, Di mana waktu itu pihak ugboat Prima Power 01 menambatkan Tongkang Terang 310 bermuatan pasir di tepi Sungai Mentaya. Kemudian tugboat tersebut berangkat menuju Pelabuhan Habaring Hurung, guna mengisi air dan belanja kebutuhan pokok. Mereka juga tambat di lokasi itu guna menunggu surat berlayar dari agen. 

Sekitar pukul 03.00 WIB, tongkang hanyut karena pohon pengikat tali tongkat tumbang  tersapu air pasang di sungai. Kejadian tersebut baru diketahui pihak kapal sekitar pukul 05.00 WIB, lalu dilakukan penarikan ke arah lokasi tambat awal. 

"Tongkang tersebut dijaga oleh Sdr. Reki dan Wawan. Yang merupakan juru mudi dan piket malam. Namun mereka juga ikut ke tugboat tersebut. Sehingga tidak ada yang menjaga tongkang itu pada saat kejadian," terang Murtiyanto. 

Saat ini kasus itu sudah ditangani pihaknya bersama KSOP. Agen Jatarim dan nahkoda tugboat juga diberikan saksi teguran keras. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Berita Terbaru