Sapi Kurban Harus Bebas dari Penyakit Ini

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 10 Agustus 2018 - 23:40 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sebelum melaksanakan kurban atau berniat beli hewan kurban masyarakat dihimbau memperhatikan kesehatan ternak kurban sendiri. Terutama, jangan sampai mengindap penyakit menular dari hewan ke manusia (zoonosis). 

"Perhatikan dulu kalau mau beli sapi kurban, periksa surat kesehatan hewan yang berasal dari luar daerah. Kalau tidak ada, maka patut dipertanyakan. Kami juga akan melarang penjualannya," ujar Kepala Dinas Pertanian Kotim I Made Dikantara, Jumat (10/8/2018).

Ada sejumlah jenis penyakit hewan pada sapi yang harus diwaspadai oleh masyarakat karena dapat menular ke manusia, seperti antraks, TBC dan cacing hati.

Jenis penyakit tersebut menjadi fokus pemeriksaan Dinas Pertanian sebab daging yang mengandung penyakit yang dimaksud dapat membahayakan kesehatan manusia apabila dikonsumsi. 

"Kalau nantinya ditemukan daging hewan kurban yang mengandung penyakit, maka daging tersebut akan kami larang untuk didistribusikan ke masyarakat," terang Made. 

Sehingga pihaknya akan giat melakukan pemeriksaan terhadap hewan. Bahkan sesudah disembelih sekalipun. Karena dengan hal tersebutlah, pihaknya menangkal penularan penyakit melalui daging hewan. Dan tentunya hal tersebutlah yang patut diperhatikan masyarakat yang melaksanakan kurban pada hari raya Idul Adha ini. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Berita Terbaru