Luas Tanam Tidak Bertambah Sebabkan tak Terdistribusinya Alat Berat Pertanian

  • Oleh M. Muchlas Roziqin
  • 11 Agustus 2018 - 00:02 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Luas tambah tanam (LTT) daerah kabupaten/kota yang tidak bertambah, kondisi tersebut menjadi sebab tidak terdistribusinya alat berat pertanian bantuan pemerintah.

Hal itu menjadi konsekuensi apabila suatu daerah kabupaten/kota tidak berhasil progres report pertambahan LTT yang ditarget maka akan ditarik dan dialihkan ke daerah lain yang LTT-nya bagus.

“Memang ini konsep dan aturan dari Dirjen prasarana dan sarana pertanian pada Kementan RI. Kalau tidak bagus progres LTT-nya akan digeser atau ditarik, tidak disalurkan,” terang Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (PTSP) Kalteng, Sunarti kepada Borneonews, Jumat (10/8/2018).

“Jadi, ya antara senang dan tidak senang (dengan bantuan alat berat) dari PSP ini. Begitu menjalankannya, maka langsung berpacu dengan angka LTT. Kalau capaian tidak tambah, maka akan relokasi alat. Daerah-daerah kita terus dimonitor,” tambah Sunarti.

Ia mengungkapkan, saat ini Kementan sudah mengirimkan alat berat untuk dukung pertanian yaitu 20 eksavator. Ini bertujuan untuk menambah LTT dalam rangka perluasan lahan pertanian seluas total 300 ha.


Ini juga merupakan usulan Pempov, sebagai bagian dari upaya mereduksi pembukaan lahan supaya tidak lagi dengan cara bakar.

“Sebenarnya dijanjikan ada bantuan sebanyak 50 eksavator, tetapi saat ini baru dikasih 20 unit. Ini pun masih sisa, meski sudah diberikan kepada daerah-daerah sentra pertanian. Masih sisa, ada yang belum dibagikan,” imbuh dia. (ROZIQIN/B-5)

Berita Terbaru