Life Jacket di Kapal Feri Jangan Hanya Jadi Pajangan

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 13 Agustus 2018 - 22:02 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, Toto Sukarno, meminta kepada pengelola kapal feri penyeberangan di Sungai Mentaya, agar memerhatikan keamanan penumpang. Terutama life jacket (pelampung) agar digunakan, jangan hanya disimpan atau dijadikan pajangan.

"Life jacket tersebut jangan hanya disimpan. Tetapi harus digunakan seluruh penumpang," kata Toto Sukarno, Senin (13/8/2018).

Dia mengatakan, berdasarkan pantauan, life jacket yang disediakan hanya disimpan, tanpa digunakan. Hal itu dinilai tidak memerhatikan faktor keselamatan untuk penumpang.

"Masa nunggu tenggelam dulu baru dipakai, bisa-bisa tidak sempat digunakan," kata Toto.

Ada beberapa kapal feri yang melayani penyeberangan di Sungai Mentaya ini. Seperti rute Sampit - Seranau, dan tiga pelayanan penyeberangan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan - Pulau Hanaut.

Rata-rata penyebrangan tersebut memang sudah memiliki life jacket, namun jarang digunakan untuk penumpang. Dan hanya disimpan dengan alasan menunggu jika terjadi musibah.

"Pemikiran seperti itu harus dihilangkan. Demi keselamatan penumpang," pesan Toto. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru