Sempat Hilang, Pemandu Wisata dan Dua Turis Asal Perancis Ditemukan Selamat

  • Oleh Wahyu Krida
  • 11 September 2018 - 16:46 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seorang pemandu wisata asal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) beserta dua turis asal Perancis yang sempat hilang sejak Senin (10/9/2018) siang di daerah Pondok Tanggui Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) akhirnya ditemukan.

Mereka ditemukan oleh tim pencari gabungan dari Balai TNTP, Pelaku Wisata, Polsek Kumai, Polres Kobar dan  Basarnas, Selasa (11/9/2018) siang sekitar pukul 11.45 WIB.

Humas Balai TNTP Efan Ekananda menjelaskan, pemandu wisata bernama Aldy dan dua turis asal Perancis bernama Jean Luc Dudek (57 tahun) dan Alban Dudek (38 tahun) ditemukan tim pencari di dekat feeding area orangutan di Pondok Tanggui.

"Alhamdulillah mereka ditemukan selamat. Ketiganya hanya menderita luka lecet di kaki dan tangan serta kelelahan saja," jelas Efan.

Menurut Efan, pemandu wisata dan dua turis mancanegara tersebut sempat hilang diduga lantaran pemandu wisata tidak hafal jalur trekking di Pondok Tanggui.

"Ini terjadi lantaran kelalaian pemandu wisata. Mungkin lantaran yang bersangkutan adalah pemandu wisata baru jadi belum hafal jalur. Selain itu, saat membawa turis trekking di lokasi tersebut pemandu wisata itu juga tidak melapor ke petugas Balai TNTP yang berada di lokasi trekking. Padahal melaporkan diri setiap membawa turis berkegiatan di kawasan TNTP adalah suatu kewajiban. Atas peristiwa ini, sesegera mungkin akan dilakukan evaluasi kegiatan wisata di kawasan TNTP," jelas Efan.

Salah seorang pelaku wisata yang turut dalam pencarian yaitu Herman Herry Roustaman menjelaskan, pascaditemukan, kedua turis mancanegara tersebut masih melakukan kegiatannya di kawasan TNTP.

"Saat ditemukan tim pencari, sebenarnya turis tersebut kami ajak pulang ke Kumai. Namun keduanya memilih menikmati kegiatan susur sungai naik kelotok untuk kembali ke Kumai. Hanya pemandu wisata yang saat ini sudah kembali pulang. Tugasnya kemudian digantikan oleh seorang pemandu wisata senior yaitu Arbain," jelas Herry.

Kedua turis tersebut, lanjut Herry, menganggap, peristiwa nyasarnya mereka bersama pemandu wisata itu sebagai pengalaman yang berkesan.

"Saat kami tanyakan, kedua turis mancanegara tersebut mengaku masih ingin menikmati perjalanan sebelum nantinya kembali menginap di sebuah hotel di Pangkalan Bun, lantaran keesokan hari akan kembali pulang ke negaranya melalui Jakarta. Mereka juga mengatakan tidak akan melakukan tindakan tuntutan apapun," jelas Herry. (WAHYU KRIDA/B-2)

Berita Terbaru