Kisah Mistis di Balik Buaya Peliharaan Enam Meter Milik Warga Cempaga

  • Oleh Naco
  • 13 September 2018 - 20:10 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Keberadaan buaya peliharaan sepanjang enam meter di Desa Luwuk Kama, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur ternyata menyimpan berbagai cerita.

Mulai dari awal ditemukan almarhum H Radi, hingga pemeliharaan dilanjutkan anak tertuanya. Disebutkan buaya itu sudah berusia 34 tahun.

Awalnya, buaya itu ditemukan H Radi tersangkut di jaring. Kemudian ditolong dan dirawat.

"Setelah dirasakan sembuh, pemilik beberapa kali berniat melepas buaya itu agar hidup di alam bebas. Ternyata buaya jenis sapit itu tidak mau menjauh. Akhirnya di bawa ke rumah lagi," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Kamis (13/9/2018).

Sebagian warga, ada yang meyakini jika buaya itu jelmaan dari makhluk halus. Dilihat dari bentuk mata yang agak berbeda dari buaya pada umumnya.

"Ada juga yang datang ke situ melakukan ritual dengan membawa sesajen. Ada juga yang sekedar menonton," kata Muriansyah menambahkan.

Tubuh buaya itu sangat besar dan lebar, bahkan panjangnya hingga kini sudah mencapai 6 meter. Dan usianya disebutkan sudah 34 tahun.

"Kami memang tidak bisa mengevakuasinya karena berbagai faktor. Yang utama, cedera di moncong buaya itu. Kalau dilepas ke alam liar, khawatirnya tidak bisa bertahan hidup," kata, Muriansyah. (NACO/B-11)


TAGS:

Berita Terbaru