Petugas Lapas Palangka Raya Nyaris Diserang Tujuh Napi Menggunakan Sajam

  • Oleh Budi Yulianto
  • 14 September 2018 - 07:22 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palangka Raya nyaris diserang oleh tujuh narapidana menggunakan senjata tajam (sajam). Beruntung, rencana penyerangan itu terendus sehingga mampu dicegah. 

Buntut dari rencana tersebut, tujuh napi yang salah satunya kasus pembunuhan dengan pidana mati, Marlin Jidan, dipindahkan ke Lapas Kelas I Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. 

"Ada tujuh yang dipindah ke Lapas Malang demi keamanan," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalteng, Yoseph, Kamis (13/9/2018). 

Dia menuturkan, tujuh narapidana berencana menyerang petugas lapas berikut melarikan diri. Itu terjadi pada dua bulan lalu. 

"Begitu kita dapat informasi itu, kita langsung menghubungi Polda Kalteng. Kemudian dilakukan razia bersama-sama di lima kamar. Hasilnya, kita temukan beberapa senjata tajam yang rencananya untuk melakukan aksi yang tidak baik," cerita Yoseph. 

"Hari itu juga, kita selkan di Polda. Kemudian kita pindahkan ke Lapas Malang," tuturnya. 

Menyikapi hal ini, Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Syarif Hidyatullah mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin agar rencana serupa itu tidak ditiru napi lain. 

Dia juga bertekad meningkatkan kerjasama dengan kepolisian dan instansi terkait lainnya demi menjaga rasa aman dalam lapas. 

Sebagaimana diketahui, Syarif resmi menjabat sebagai kepala lapas tersebut menggantikan Priyarso. Serah terima jabatan mereka berlangsung pada Kamis (13/9/2018) siang. (BUDI YULIANTO/B-11) 

Berita Terbaru