Bupati Apresiasi Alat Canggih di Unit Transfusi Darah PMI Kotim

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 15 September 2018 - 00:20 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) mengapresiasi adanya peralatan canggih yang dimiliki oleh Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) daerah ini.

"Kami sangat apresiasi dengan keberadaan sejumlah alat canggih dalam pengolahan darah di UTD PMI Kotim ini. Karena bisa memisahkan darah secara cepat dan steril," ujar Bupati, Jumat (14/9/2018).

Bahkan UTD juga memiliki alat canggih dan hanya satu-satunya di Kalimantan Tengah (Kalteng), yakni electrochemiluminescence immunoassay (Eclia). Yang mana berfungsi untuk menyaring penyakit yang berpotensi menular melalui transfusi darah.

Setidaknya ada empat penyakit menular yang diuji dan disaring melalui alat tersebut, yakni hepatisi B, hepatitis c, HIV/AIDS, dan sifilis. Dan mesin tersebut memiliki kualitas di atas nasional. Karena sudah kategori utama. Sehingga kinerjan atau akurasinya bisa dikatakan 100% benar, terkecuali bukan atas kehendak tuhan yang maha esa.

"Kualitas alat ini sudah di atas nasional. Karena biasanya UDD yang sudah madya masih menggunakan elisa. Sehingga untuk di Kalteng sendiri hanya dimilik UDD Kotim saja," kata Bupati. 

Selain alat tersebut, UTD juga menerapkan mesin leukodepleted yang berguna menghilangkan leokosit dalam darah. Dan itu sangat berguna sekali untuk pasien yang harus cuci darah secara terjadwal. 

Sehingga dengan adanya sejumlah peralatan canghih tersebut, kini bagi pasien rutin cuci darah tidak perlu lagi ke Palangka Raya ataupun Banjarmasin, karena di UTD PMI Kotim sudah memiliki peralatan yang lebih canggih. (MUHAMMAD HAMIM/B-5) 

Berita Terbaru