Kasus Campak dan Rubella di Kapuas terus Bertambah

  • Oleh Tim Borneonews
  • 21 September 2018 - 19:46 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyebutkan, jumlah kasus campak dan rubella di Kabupaten Kapuas terus bertambah.

Data terakhir sejak ditetapkan kejadian luar biasa (KLB) pada 10 September 2018 hingga 20 September 2018, jumlah kasus campak dan rubella menjadi 50 kasus.

“Hari ini (Kamis, 20/9), terdapat lima tambahan kasus baru di Kapuas. Sehingga total selama KLB sejak 10 September sampai 21 September 2018, menjadi 50 kasus. Kalau sejak Januari 2018 sampai dengan 20 September 2018, total seluruhnya ada 68 kasus campak dan rubella di Kapuas,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Kalteng Yayuk Indriaty, Jumat (21/9).

Menurutnya, saat ini pemerintah terus berupaya memberikan vaksin Measlesdan Rubella (MR) masal di wilayah tersebut, khususnya di daerah yang endemis campak dan rubella.

Sedangkan prosedur tetap (protap) dalam KLB, pada saat pertama menemukan kasus, maka pihak terkait harus melakukan terapi pada penderita supaya tidak mengarah pada hal yang lebih parah.

“Kemudian peningkatan penyelidikan epidemologis, agar luas jaringan bisa ditangani, serta dilakukan imunisasi di sekitar daerah yang terdampak. Upaya yang lain, yaitu melakukan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara menghindari penyakit ini, salah satunya dengan cara imunisasi MR,” jelasnya.

Sementara itu, hingga 20 September 2018, pukul 17.00 WIB, realisasi pelaksanaan kampanye (MR) di Bumi Tambun Bungai sudah mencapai 62,69 persen. Capaian realisasi kampanye MR itu, melebihi rata-rata capaian secara nasional sebesar 51,41 persen.

“Realisasi kampanye MR sebesar 62,69 persen ini adalah rata-rata realisasi capaian pelaksanaan dari 14 kabupaten dan kota. Data tersebut, merupakan data masukan terakhir setiap harinya pada pukul 17.00 WIB,” ujarnya.

Jika dilihat per kabupaten dan kota, lanjut Yayuk, realisasi capaian pelaksanaan kampanye MR di Kabupaten Kotawaringin Barat sebesar 77,65 persen, Kotawaringin Timur 60,71 persen, Kapuas 57,51 persen, Barito Selatan 61,01 persen, Barito Utara 57,87 persen, Sukamara 73,51 persen, dan Lamandau sebesar 77,97 persen.

Selanjutnya, di Kabupaten Seruyan 46,43 persen, Katingan 78,75 persen, Pulang Pisau 60,97 persen, Gunung Mas 82,37 persen, Barito Timur 66,93 persen, Murung Raya 49,25 persen, serta Palangka Raya 49,83 persen.”

Berita Terbaru