Indonesia - Malaysia Siap Perkuat Keanggotaan CPOPC

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 08 Oktober 2018 - 11:30 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Indonesia dan Malaysia telah menyetujui secara prinsip untuk mempererat kerjasama dalam menangkal berbagai upaya diskriminasi terhadap komoditas sawit, terutama di kawasan Uni Eropa.

Hal itu diungkapkan Menteri Industri Utama Malaysia Teresa Kok usai bertemu dengan Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita di sela memimpin delegasi Malaysia ke sejumlah negara di Uni Eropa terkait upaya negosiasi untuk meredam kampanye negatif terhadap minyak sawit di Benua.

Delegasi Malaysia itu juga melibatkan para pejabat dari Malaysian Palm Oil Board, Malaysian Palm Oil Council, Malaysian Palm Oil Certification Council and Forest Research Institute of Malaysia. 

Menurut Kok, pihaknya bersama delegasi Indonesia yang dipimpin Enggartiasto setuju untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi minyak sawit di Uni Eropa. Kedua belah pihak merasa bahwa banyak aksi yang dilakukan sejumlah organisasi dan lembaga di Eopa, termasuk label “No Palm Oil” pada berbagai produk makanan dan minuman, merupakan tindakan diskriminasi. 

“Sebagai sama-sama anggota Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), kami ingin memperkuat keanggotaan CPOPC dengan mengajak produsen minyak sawit lainnya untuk bergabung dan memanfaatkan lembaga internasional ini untuk mengatasi berbagai tantangan di Eropa,” ucapnya. 

Kok menekankan pemerintah Malaysia akan terus terlibat dan melakukan dialog dengan berbagai lembaga di Uni Eropa untuk mengatasi berbagai masalah yang merundung komoditas minyak sawit. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru