Lestarikan Olahraga Tradisional dengan Lomba Balogo

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 09 Oktober 2018 - 12:42 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Guna melestarikan seni dan budaya serta olahraga tradisional, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar Festival Marunting Batu Aji. Salah satunya mengadakan lomba balogo di sekitar Taman Segitiga Pangkalan Bun.

Lomba ini diikuti oleh murid sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Mereka membawa logo yang terbuat dari batok kelapa dan pelastik yang dibentuk segitiga.

"Lomba ini adalah kegiatan lomba tradisional dalam rangka Festival Marunting Batu Aji. Kami ingin melestarikan seni budaya daerah ini," ujar salah satu juri balogo Abdi Rasyid, Selasa (9/10/2018).

Menurut Abdi, seni dan budaya daerah merupakan kekayaan daerah yang mengandung nilai positif dan kearifan lokal yang akan diwariskan kepada anak dan cucu, sehingga ini adalah tugas kita semua agar permainan ini tidak tergerus oleh jaman.

"Jangan sampai semakin hari, semakin hilang permainan balogo ini dan inilah tanggung jawab kita semua agar bisa melestarikannya," katanya.

Permainan balogo ini sekarang sudah mulai hilang atau tidak lagi dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang, mereka sudah mulai berpindah dari permainan tradisional menuju permainan modern.

Sehingga dengan kegiatan tersebut, adalah salah satu upaya agar dapat mengenalkan permainan balogo terhadap anak dan cucu.

Agar permainan tersebut tetap dikenal dan dimainkan dimasa yang akan datang. Sementara itu balogo sendiri adalah permainan tradisional, yang biasanya dimainkan oleh anak-anak, remaja dan orang tua secara beregu atau perorangan dengan menggunakan logo sebagai alat mainnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)

Berita Terbaru