Antrean di SPBU Palangka Raya Sempat Meluber, Ini Sebabnya 

  • Oleh Budi Yulianto
  • 11 Oktober 2018 - 07:42 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palangka Raya jarang terjadi. Biasanya, hanya ada segelintir orang sudah bisa mengisi BBM. 

Namun pada Rabu (10/10/2018) hampir semua SPBU di Palangka Raya mengalami antrean. Ternyata, hal tersebut terjadi karena faktor keterlambatan pengiriman BBM. 

"Jadi memang ada keterlambatan. Minggu datang ternyata baru Senin," kata pegawai bagian Retail Fuel Marketing Pertamina Kalteng, Anditya Anwar, Rabu (10/10/2018). 

Ia menuturkan, keterlambatan tersebut tidak ada kaitannya dengan musibah tsunami yang terjadi di Palu. Sebab, informasi beredar menyebutkan demikian. 

"Nggak ada hubungannya dengan Palu. Positif keterlambatan kapal saja. Kendala hanya kondisi air laut kurang bersahabat," ungkapnya. 

Ia menambahkan, harusnya SPBU sudah bisa normal sejak Rabu. Soal stok BBM, ia memastikan semuanya aman. Di sisi lain, kondisi antrian di SPBU sempat berdampak pada harga eceran. 

Biasanya, pertalite dalam satu liter seharga Rp10 ribu, tapi waktu itu seharga Rp12 ribu. (BUDI YULIANTO/B-5) 

Berita Terbaru