Peserta Wonderful Sail to Indonesia Mengeluh, Hal Ini akan Dilakukan Bupati Kobar

  • Oleh Andreansyah
  • 14 Oktober 2018 - 06:30 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Peserta Wonderful Sail to Indonesia mengeluhkan sejumlah tempat yang disinggahi baik ketika di rumah betang, Istana Kuning, Kampung Peluang dan di Mendawai Seberang masih minim air bersih dan closet duduk.

Adanya kondisi ini pun Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah berjanji akan melakukan pembenahan dalam penyambutan peserta sail sebagai tuan rumah yang akan datang. 

"Para peserta sail Wonderful Sail to Indonesia itu usianya juga sudah tua dan kesulitan menggunakan closet jongkok dan mereka juga tidak terbiasa. Maka ke depan hal kecil seperti ini juga harus kita perhatikan," ujarnya, Minggu (14/10/2018).

Terlebih, Kobar yang mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah pada sail 2020 mendatang. Sehingga dengan banyaknya waktu maka semuanya bisa terus dibenahi.

"Kita memang harus siap melakukan berbagai pembenahan. Semuanya itu untuk mendukung Kobar sebagai tempat wisata kelas dunia. Sehingga apapun. Kebutuhan turis bisa terpenuhi," bebernya.

Kemudian, saat di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), para peserta sail juga mengeluhkan tingginya letak dermaga. Sehingga banyak turis yang kesulitan naik ke dermaga.

"Dermaga dan tempat titian jalan di TNTP ini juga menjadi catatan. Kebetulan saat saya mendampingi para peserta sail ke TNTP juga didengar oleh staf dari Kementerian Pariwisata. Ke depan antara Pemerintah Pusat dan daerah akan berkolaborasi membenahi wisata di TNTP agar semuanya lebih baik dan kunjungan terus meningkat," pungkas Bupati. (ANDRE/B-5)

Berita Terbaru