Pemkab Kotim Terus Berupaya Bebaskan Masyarakat Dari Serangan Penyakit Kaki Gajah

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 24 Oktober 2018 - 16:46 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya agar masyarakat di daerah ini bisa terhindar dari penyakit kaki gajah yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. 

"Saat ini kami terus berupaya untuk meminimalisir serangan penyakit tersebut, dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar minum kaki gajah," ujar Kepala Puskesmas Baamang I saat pelaksanaan Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah atau Belkaga, Rabu (24/10/2018). 

Mereka melibatkan lurah, ketua RT, agar bisa mensosialisasikan ini dengan minun obat kaki gajah. Jangan sampai masyarakat menolak untuk hal tersebut, karena itu dilakukan demi kesehatan warga sendiri. 

"Program ini akan terus kami lakukan selama lima tahun kedepan. Dan 2018 ini merupakan tahun keempat sosialisasi dan himbauan untuk masyarakat agar minum obat kaki gajah tersebut," ungkap Supriadi. 

Sementara, obat penyakit kaki gajah tersebut diberikan kepada masyarakat yang berumur 2 tahun hinhha umur 70 tahun. Hal itu dilakukan karena diusia tersebut cukup rawan terserang penyakit Belkaga tersebut. 

Sesnagkan, tidak semua orang yang bisa minum obat tersebut. Karena bagi penderita tekanan darah tinggi, jantung, tubercolosis, asma, gagal ginjal, epilepsi, serta perempuan yang sedang hamil, dan penyakit serius lainnya, tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi obat tersebut. 

"Jadi tidak semua waega bisa meminum obat tersebut, karena jika yang meminum memiliki penyakit serius atau sedang hamil, maka bisa berdampak buruk bagi kesehatan mereka," ungkap Supriadi. 

Sementara obat kaki gajah tersebut dibagikan mereka secara gratis. Karena semua pengadaan sudah dibayar pemerintah, sehinga harus didukung oleh masyarakat agar tidak ada masyarakat di Kotim ini yang terserang penyakit tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-6) 

Berita Terbaru