Palangka Raya Hanya Dialiri Listrik 3 Jam per Hari, Kotim dan Katingan 6 Jam, Ini Penjelasan PLN

  • Oleh Rahmat Gazali
  • 03 November 2018 - 10:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Robohnya tower listrik di Jalan Mahir Mahar Kota Palangka Raya berdampak pemadaman listrik, terutama pada kawasan Kota Palangka Raya, Kabupateng Katingan dan Kabupateng Kotawaringin Timur, Sabtu (3/11/2018).

Untuk itu, PT PLN Kalselteng akan menggunakan mesin pembangkit lokal PLTD agar listrik di 3 kawasan ini tetap teraliri meski harus bergilir. 

Berbeda dengan Kabupaten Katingan dan Kotwaringin Timur yang mendapat aliran listrik selama 6 jam per hari, pengaliran listrik di Kota Palangka Raya hanya berlangsung selama 3 jam per harinya selama proses perbaikan.

"Untuk Kota Palangka Raya, kita memiliki PLTD dengan saya 6 Mega Watt (MW) dengan daya beban listrik yang lumayan besar sehingga ini lah yang bisa kita gilir dan hanya mampu 3 jam perharinya selama proses perbaikan," ujar  Faisal, Maneger UP3 Palangka Raya, Sabtu (3/11/2018).

"Sedangkan di Kabupaten, kita mempunyai PLTD daya mampu 11 MW dengan beban yang lebih kecil sehingga bisa mengalirkan listrik kurang lebih 6 jam perharinya selama proeses perbaikan," lanjutnya.

Meski begitu, dia belum bisa memastikan kapan waktu pengaliran listrik bergilir ini. Faisal mempersilahkan masyarakat untuk melihat langsung progres perbaikan dan jadwal secara riinci di akun remsi instagramPT PLN  Kalselteng. (GAZALI/B-5)

Berita Terbaru