Bupati Lamandau: Harus Ada Upaya Serius Selesaikan Persoalan Pertanian

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 06 November 2018 - 18:20 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau H Hendra Lesmana menyebut, harus ada upaya serius dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertanian.

Ia juga menilai, khusus di kabupaten Lamandau saat ini masih banyak permasalahan substantif yang dihadapi dalam percepatan pencapaian swasembada pangan. 

Hal itu diungkapkan Hendra Lesmana saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) dengan agenda Penanaman Padi Perdana di Desa Sumber Cahaya, Kecamatan Belantikan Raya, Selasa (6/11/2018).

"Beberapa persoalan substansi tersebut misalnya alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian, rusaknya infrastruktur atau jaringan irigasi, semakin berkurangnya dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian serta kurangnya peralatan mekanisasi pertanian atau alat dan mesin pertanian (Alsintan)," ungkapnya. 

Hendra mengatakan, jika dilihat dari segi produktivitas produksi beras Kabupaten Lamandau tahun 2017 sebesar 8.420 ton. Jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan beras penduduk Kabupaten Lamandau.

"Pada tahun 2017 kebutuhan beras penduduk Kabupaten Lamandau adalah sebesar 9.534 ton. Artinya masih ada kekurangan beras sekitar 1.114 ton," ucapnya. 

Atas kondisi itu, Hendra berharap dengan kegiatan seperti halnya tanam padi bersama di Desa Sumber Cahaya ini, kedepan mampu menanggulangi kekurangan kebutuhan beras di Kabupaten Lamandau.

"Ke depan pemerintah akan melakukan kebijakan optimalisasi pemanfaatan Alsintan dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian khususnya tanaman pangan," tegasnya. 

Dirinya menilai dengan penerapan alsintan dalam kegiatan usaha tani dapat memberikan mutu hasil yang lebih baik serta kegiatan usahatani dapat dilakukan dengan lebih efisien dan efektif.

Selain itu, melalui pemanfaatan alsintan akan mendukung upaya pemecahan masalah mengenai percepatan pengolahan tanah. (HENDI NURFALAH/B-5)

Berita Terbaru