Dua Nasabah BNI di Kasongan Jadi Korban Penipuan Bermodus Tokopedia

  • Oleh Abdul Gofur
  • 08 November 2018 - 21:42 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Dua nasabah BNI di Kasongan jadi korban penipuan dengan modus tokopedia.

Akibatnya dua orang warga yang juga aparat di Kasongan ini, yakni anggota TNI dan anggota Satpol PP mengaku merugi sebesar Rp14 juta.

SP, salah seorang korban ini mendatangi Bank BNI KCP Kasongan di Jalan Trans Kalimantan Kasongan, Kamis (8/11/2018). Kedatangan SP ini untuk meminta penjelasan atau konfirmasi dari pihak BNI KCP Kasongan terkait kasus dugaan penipuan yang terjadi pada Rabu (7/11/2018) siang.

Menurut SP saat itu dirinya mendapat telepon dari salah satu oknum yang mengaku sebagai pegawai pusat BNI di Jakarta.
Oknum itu menawarkan layanan untuk memurahkan biaya dalam setiap transaksi perbankan.

SP lantas menuruti setiap arahan yang disampaikan pelaku. "Pelaku mengirimkan SMS yang menginstruksikan saya untuk mengetik SMSPAY spasi nomor pin digit ke empat atau kelima ke nomor 3346," kata SP.

Setelah ia mengirimkan sesuai arahan tersebut, ternyata sistem memberitahukan bahwa uang di rekening miliknya terpotong atau berkurang Rp1 juta lebih dan muncul tampilan Tokopedia.

"Awalnya saya sudah curiga ini penipuan, tapi pelaku berhasil meyakinkan saya bahwa itu hanya salah satu proses sebelum dinyatakan berhasil," kata SP.

SP mengaku, setelah itu pelaku kembali mengarahkan mengirim SMS yang sama hingga tiga kali. Dalam setiap SMS tersebut total uang yang dikuras dari rekeningnya mencapai Rp8 juta lebih.

Aparat dari TNI inipun kemudian curiga dan menuduh pelaku sebagai penipu. "Tapi anehnya dia punya akses terhadap sistem SMS banking dengan nomor 3346 yang merupakan otoritas BNI. Lalu pelaku juga membuktikan bahwa dirinya merupakan pegawai BNI dengan menghubungi saya menggunakan telepon kantor dengan nomor 021-1500046," aku SP.

Karena khawatir uang di rekening bakal dikuras habis, SP kemudian sengaja menyalahkan digit keempat atau kelima nomor pin kartu debitnya.
Setelah itu, pesan singkat yang meminta ketik SMSPAY tersebut tidak lagi muncul. Namun dirinya terus dipaksa untuk mengikuti arahan pelaku, jika tidak maka uang yang sebelumnya tertarik tidak akan kembali.

Berita Terbaru