Sulap Lahan Kosong Jadi Ladang Sayuran, TP PKK Lamandau Apresiasi Budidaya Toga oleh Ibu-Ibu Desa Purwareja

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 08 November 2018 - 23:30 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) kabupaten Lamandau Hj Rusdianti mengapresiasi program budidaya Tanaman Obat Keluarga (Toga) yang di kelola pengurus TP PKK Desa Purwareja, kecamatan Sematu Jaya.

Pasalnya, kaum ibu di desa Purwareja tersebut dinilai cukup sukses membudidayakan Toga dengan cara menyulap lahan kosong menjadi ladang sayuran hingga bernilai ekonomis. 

Hal itu diungkapkan ketua TP PKK Lamandau Hj Rusdianti di saat mengunjungi ladang sayuran di desa Purwareja saat dirinya turut mendampingi Bupati Lamandau H Hendra Lesmana di kecamatan Sematu Jaya, Kamis (8/11/2018).

"Saya secara pribadi sangat kagum sekaligus mengapresiasi ibu-ibu di sini (desa Purwareja) yang sudah sangat kreatif dalam membudidayakan toga (tanaman obat keluarga), khususnya sayuran. Apalagi toga yang dibudidayakan itu, kini sudah memiliki nilai ekonomi," katanya. 

Diketahui, Sumarni, Darmini dan Raminten, merupakan tiga orang perempuan yang selama ini aktif dalam kepengurusan PKK desa Purwareja. Ketiganya juga bersatu membentuk kelompok tani bernama Poktan Subur Makmur.

Sejak pertengahan tahun 2018, ketiga ibu-ibu ini cukup konsen dalam memanfaatkan sebidang lahan kosong dengan luasan sekira seperempat hektare yang ada didaerahnya. Mereka menyulapnya menjadi ladang dari pelbagai jenis sayuran. 

Seperti yang bisa dilihat saat ini, berbagai jenis tanaman sayuran telah mereka tanam di lahan yang berada di belakang Pasar Purwareja itu, mulai dari cabe, terong, kacang tanah, jagung, tomat hingga sawi.

"Dari bulan Agustus (2018) saja kami melakukan sudah lebih dari 10 kali panen," ucap Darmini yang juga didaulat sebagai Sekretaris Kelompok Tani Wanita Subur Makmur tersebut, kala itu.  

Ia juga bercerita, hobinya dalam melakukan budidaya toga khususnya sayuran juga bak gayung bersambut, pasalnya ia dan kawan-kawannya sesama emak-emak dari poktan Subur Makmur itu dibantu pemerintah pusat dalam hal permodalan. Sehingga soal pengadaan bibit dan peralatan untuk melakukan budidaya tidak menjadi kendala berarti. 

"Selama ini, hasil panen pun bisa terserap secara mudah, karena bisa langsung dijual ke pasar Purwareja, kan dekat," ucapnya sambil menunjuk pasar yang lokasinya hanya beberapa ratus meter dari lokasi tempat aneka sayuran ditanam.  

Diketahui juga, kelompok tani Subur Makmur itupun ternyata kini sudah bisa melakukan pembibitan sendiri. Alhasil, selain bibit itu ditanam sendiri, mereka juga sudah dapat menjual bibit sayuran tersebut kepada masyarakat umum untuk ditanam di lahannya masing-masing yang secara otomatis menambah keuntungan di luar oenjualan hasil panen. 
(HENDI NURFALAH/m)

Berita Terbaru