CPOC Komitmen Dukung Keberpihakan Pada Petani Sawit 

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 09 November 2018 - 10:50 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pertemuan tingkat menteri dewan negara-negara produsen minyak sawit (Ministerial Meeting Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) ke-5 di Putrajaya, Malaysia, sepakat untuk terus mendukung keberpihakan petani dan pembangunan sawit berkelanjutan.

"Momen ini menjadi penting bagi CPOPC untuk memainkan peran sebagai forum negara penghasil kelapa sawit untuk mengkoordinasikan langkah-langkah untuk mengatasi tantangan tersebut," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat memberikan sambutan dalam CPOPC ke-5 melalui pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Darmin mengatakan industri sawit saat ini menghadapi tantangan global berupa penurunan harga CPO sekaligus isu keberlanjutan yang membuat produk CPO sulit mendapatkan akses masuk ke negara tujuan ekspor.

Untuk itu, CPOPC memutuskan beberapa langkah strategis dalam mempertahankan daya tawar untuk menjawab tantangan pasar global. Langkah tersebut antara lain program keberpihakan terhadap petani, penetapan Kolombia sebagai negara anggota CPOPC, penguatan mandatori biodiesel, dan strategi untuk mengatasi kampanye hitam di pasar global.

Dalam menyelesaikan persoalan keberpihakan kepada petani, CPOPC yang beranggotakan Indonesia dan Malaysia, mendorong prioritas pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan petani melalui implementasi Good Agricultural Practices dan program peremajaan sawit.

"Tidak hanya itu, kedua negara juga berkomitmen untuk mengadakan Business and Smallholders Forum pada tahun 2019," kata Darmin. 

Dalam pertemuan itu, CPOPC menetapkan Malaysia secara resmi sebagai Ketua CPOPC mulai 1 Januari 2019 menggantikan Indonesia, yang diserahterimakan langsung dari Menko Perekonomian Darmin Nasution kepada Menteri Industri Utama Malaysia YB Teresa Kok. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru