Berbelit, Kenek Bus Cabul Divonis 8 Tahun Penjara

  • Oleh Naco
  • 09 November 2018 - 11:16 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kenek bus PO Agung Mulia Tahan Slamet akhirnya divonis delapan tahun penjara. Itu sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kotim Didiek Prasetyo Utomo atas perbuatan yang tidak ia akui selama sidang itu.

"Saya sudah koordinasi dengan terdakwa, dia menerima saja dengan putusan itu," kata penasihat hukum terdakwa Agung Adisetiyono, Jumat (9/11/2018).

Ia dianggap terbukti melakukan pencabulan terhadap pelajar berinisial SS yang masih berumur 11. Selain itu ia didenda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Ia dijerat Pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentag Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dari beberapa kali sidang terdakwa membantah mencabul korban. Namun dari pengakuan korban, ia dicabuli oleh terdakwa. Bahkan hasil visum terdapat adanya tanda kekerasan pada bagian vital korban bahkan menurut ahli psikologi pasca kejadian itu korban trauma berat.

Terdakwa yang bermukim di simpang Terminal Natai Suka, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat itu dilaporkan atas perbuatan yang ia lakukan pada Minggu (13/5/2018) sekitar pukul 03.00 wib.

Kejadian tersebut di dalam Bus PO Agung Mulia tujuan Sampit-Palangka Raya. Pria lulusan SMP itu melakukan pencabulan saat korban tengah tertidur pulas di samping ibunya.(NACO/m)
 

Berita Terbaru