KSO Sriwijaya Air Dengan PT Garuda Indonesia Bentuk Strategi Bisnis 

  • Oleh Wahyu Krida
  • 15 November 2018 - 13:56 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walaupun PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melalui anak usaha PT Citilink Indonesia mengambil alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air Group yang terdiri dari maskapai Sriwijaya dan NAM Air dalam bentuk Kerjasama Operasi (KSO) yang dilakukan Citilink dan Sriwijaya Group yang dilaksanakan 9 November 2018 lalu, namun dalam operasional keseharian tetap dilaksanakan oleh jajaran personel dari dua maskapai tersebut. 

Menurut District Manager NAM Air Pangkalan Bun Aminuddin Fakhmi, Kamis (15/11/2018), KSO antara Sriwijaya Air Group dengan Garuda Indonesia Group merupakan suatu strategi bisnis saja.

"Hal ini merupakan suatu strategi bisnis yg tak lain semata-mata bertujuan untuk mengembangkan perusahaan dan mengokohkan eksistensi kita sebagai Maskapai kebanggaan milik Indonesia," jelas Fakhmi.

Menurut Fakhmi, dengan menggandeng Garuda Indonesia Group, pihaknya optimis dapat melangkah dengan terobosan yang lebih baik. 

"Maksudnya lebih baik dalam hal strategi maupun pengembangannya. Tentunya pemgembangan tersebut tidak hanya dikawasan domestik saja, namun juga melangkah ke kancah internasional," jelas Fakhmi.

Sehingga, lanjut Fakhmi, kerjasama ini bukan berarti Garuda Indonesia Group mengambil alih Sriwijaya Air Group.

"Bisa dikatakan bahwa adanya KSO ini merupakan kerjasama antar perusahaan untuk menghadapi tantangan tantangan kedepannya," pungkasnya. (YUDHA/B-5)

Berita Terbaru