Dirpolair Polda Kalteng dan Penyidik Polres Kobar Lakukan Investigasi Kasus Tabrakan Kelotok

  • Oleh Wahyu Krida
  • 20 November 2018 - 14:16 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Direktorat Polair Polda Kalteng dan Polres Kotawaringin Barat (Kobar) lakukan investigasi bersama kasus tabrakan kelotok yang menyebabkan 1 korban tewas dan 2 korban hilang yang terjadi di Tanjung Api Api Sungai Kumai Desa Sungai Kapitan Kecamatan Kumai, Selasa (20/11/2018) sekitar pukul 00.00 WIB.

Kapolres Kobar AKBP Arie Sandy Zulkarnain Sirait di Markas Unit Polair Kumai Dir Polair Polda Kalteng yang menjadi lokasi posko tim gabungan pencarian korban hilang akibat kecelakaan tersebut mengatakan, saat ini Abdul Basir (37 tahun), nahkoda kelotok bermuatan buah sawit dan Syahrin (54 tahun) nahkoda kelotok bermuatan material dan penumpang, masih menjalani pemeriksaan awal oleh penyidik.

Abdul Basir adalah warga Desa Sungai Cabang RT  2 Kecamatan Kumai, sedangkan Syahrin, warga Jalan Budi utama RT 2 RW1 Desa Kubu.

"Bila melihat dari kondisi masing-masing kelotok yang ada, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kelotok  yang digunakan oleh dua nahkoda tersebut perlengkapan pendukungnya seperti lampu penerang dan lain-lain tidak lengkap," jelas Kapolres.

Terlebih, lanjut Kapolres, kelotok tersebut berlayar sekitar pukul 23.30 WIB yang tentunya dalam kondisi gelap.

"Tidak lengkapnya peralatan penerangan pada dua kelotok yang bertabrakan tersebut itu merupakan kelalaian masing-masing nahkoda," jelas Kapolres.

Menurut Kapolres, sang nahkoda kelotok bermuatan material sebelum menjalani pemeriksaan oleh penyidik, telah diperiksa dari sisi kesehatannya.

"Karena akibat peristiwa tersebut ia memgalami luka di bagian kaki. Sedangkan nahkoda kelotok bermuatan sawit masih diperiksa untuk mengetahui data awal seperti bobot muatan, asal barang dan kelengkapan kelotok," jelas Kapolres.

Nantinya menurut Kapolres, kedua nahkoda tersebut akan diperiksa untuk mencari data bagaimana awal terjadinya kecelakaan tersebut. "Semoga bisa ditemukan petunjuk dan kesimpulan di mana titik kesalahannya," jelas Kapolres. (WAHYU KRIDA/B-2)

Berita Terbaru