Cerita Korban Tabrakan Kelotok yang Anaknya Masih Belum Ditemukan

  • Oleh Wahyu Krida
  • 21 November 2018 - 18:36 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dengan mata berkaca-kaca menahan kesedihan mendalam, Silvia (35 tahun) korban peristiwa kecelakaan kelotok, menceritakan hingga hari kedua pencarian anak laki-lakinya Muhammad Raihan (18 bulan) masih belum ditemukan.

Itu dituturkan Silvia saat berada rumah mertuanya, Jalan Iskandar Gang. Hidayah 2 RT 18 Kelurahan Madurejo, Rabu (21/11/2018).

Silvia yang merupakan salah satu korban kecelakaan kelotok yang terjadi di Tanjung Api Api Daerah Aliran Sungai (DAS) Kumai, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, 20 November 2018 sekitar pukul 00.00 WIB.

Dia mengatakan, tujuannya berangkat ke Desa Sungai Cabang, dengan maksud menjenguk ayahnya.

"Untuk menuju Desa Sungai Cabang, saya menumpang kelotok itu. Kebetulan pemiliknya masih saudara saya," kata Silvia.

Silvia menceritakan, sekitar pukul 23.00 WIB, kelotok tersebut kemudian berangkat dari Kumai menuju Desa Sungai Cabang.

"Saat itu kelotok berlayar dalam kondisi gelap gulita. Posisi duduk saya berhadapan dengan motoris. Anak saya Raihan tidur persis di depan saya," ujar Silvia. 

Tiba-tiba, lanjut Silvia dalam kegelapan tersebut ternyata kelotok yang ditumpanginya bersama anaknya ditabrak kelotok lain hingga terbalik.

"Saat berada di dalam air saya sekuat tenaga berupaya meraih kayu kelotok, terus memegang anak saya agar tidak terlepas," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Namun, saat satu tangannya berhasil meraih kayu kelotok, ternyata pegangannya terlepas dari tangan anaknya.

Berita Terbaru